RADAR BOGOR – Kabar mengenai pembukaan seleksi CPNS 2026 mulai hangat diperbincangkan.
Bagi kamu yang bermimpi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), ada satu hal penting yang harus ditanamkan sejak dini, yaitu sabar.
Berdasarkan Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 6 Tahun 2024, proses seleksi CPNS memang dirancang lebih panjang dan berjenjang dibandingkan PPPK.
Mengapa demikian? Yuk, simak poin-poin perbedaannya agar kamu tidak kaget saat mendaftar nanti.
Jumlah Tahapan yang Berbeda
Perbedaan paling mendasar terletak pada jumlah prosedur yang harus dilalui. Jalur CPNS menuntut ketahanan mental karena prosesnya lebih berliku, yaitu sebagai berikut.
CPNS (8 tahapan): Dimulai dari perencanaan, seleksi, hingga masa percobaan sebelum akhirnya resmi menyandang status PNS 100 persen.
PPPK (6 tahapan): Jalurnya lebih ringkas. Setelah dinyatakan lulus seleksi, pelamar langsung diangkat tanpa melalui masa percobaan.
Ujian: CPNS Punya “Double” Tes Kompetensi
Jika kamu memilih jalur CPNS, siapkan stamina untuk belajar lebih banyak materi. Berikut perbandingan ujiannya.
Seleksi CPNS: Kamu harus melewati tiga gerbang, yaitu Seleksi Administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).
Seleksi PPPK: Hanya melalui dua tahap, yakni Seleksi Administrasi dan Seleksi Kompetensi. Tanpa adanya SKD dan SKB terpisah, proses PPPK relatif jauh lebih cepat.
Syarat Usia dan Pengalaman Kerja
Pemerintah memberikan aturan main yang berbeda terkait latar belakang pelamar.
Batas usiaPelamar CPNS umumnya dibatasi pada usia 18 hingga 35 tahun. Sementara itu, untuk PPPK, batas usia lebih fleksibel menyesuaikan jabatan dan masa kontraknya.
Pengalaman kerjaIni kabar baik untuk fresh graduate. CPNS umumnya tidak mewajibkan pengalaman kerja. Sebaliknya, pelamar PPPK wajib memiliki pengalaman kerja yang relevan dengan posisi yang dilamar.
Intinya, jalur CPNS memang lebih melelahkan karena menawarkan kepastian karier jangka panjang hingga masa pensiun.
Jadi, bagi kamu yang membidik formasi di tahun 2026, siapkan mental dan manajemen waktu yang baik dari sekarang.***
Editor : Eli Kustiyawati