RADAR BOGOR – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) secara resmi memulai seleksi terbuka untuk posisi strategis Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga pada Selasa, 3 Februari 2026.
Langkah ini menjadi tonggak penting dalam reformasi birokrasi di era Presiden Prabowo Subianto, yang membuka kesempatan luas bagi profesional non PNS untuk menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya. Kebijakan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menerapkan sistem meritokrasi yang transparan dan inklusif.
“Seleksi terbuka jabatan Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga ini pada prinsipnya telah mendapat persetujuan dari Bapak Presiden dan Kementerian PAN-RB. Seleksi ini untuk menemukan sosok figur yang bisa membangun industri olahraga ke depan secara berkelanjutan, dan pendaftaran akan dibuka mulai Selasa, 3 Februari,” ungkap Ketua Panitia Seleksi (Pansel), Gunawan Suswantoro, dalam konferensi pers di Kantor Kemenpora, Senin, 2 Februari 2026, seperti dilansir dari laman kemenpora.go.id.
Jadwal dan Mekanisme Pendaftaran Daring
Bagi para pakar di sektor industri kreatif dan manajemen olahraga, pastikan Anda memperhatikan lini masa penting berikut agar kesempatan ini tidak terlewatkan:
• Periode pendaftaran: 3 s.d. 17 Februari 2026
• Sistem pendaftaran: Melalui platform daring di laman asnkarier.bkn.go.id
• Informasi detail: Persyaratan lengkap dapat diakses melalui situs resmi kemenpora.go.id
Di bawah arahan Presiden Prabowo, sektor sport industry dan sport tourism kini diposisikan sebagai pilar baru pertumbuhan ekonomi nasional.
Oleh karena itu, jabatan deputi ini memegang peran krusial dalam kabinet.
Pansel menargetkan sosok pemimpin yang piawai mentransformasi potensi atlet serta penyelenggaraan ajang olahraga berskala besar menjadi kekuatan ekonomi yang masif.
Mengingat bobot tugasnya yang berat, proses seleksi diawasi oleh tokoh lintas sektor berintegritas, mulai dari kalangan akademisi seperti Chandra Hamzah hingga pejabat lintas kementerian seperti Rabin Indrajad Hattari dan perwakilan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensesneg).
Transparansi Tanpa Intervensi
Proses rekrutmen ini mengusung standar otoritas teknis yang disiplin guna memastikan independensi dari segala bentuk tekanan luar.
Kemenpora memberikan jaminan penuh bahwa birokrat maupun praktisi swasta akan diuji dengan parameter kompetensi yang identik.
Pelibatan talenta non-PNS pada level JPT Madya dipandang sebagai lompatan progresif dalam reformasi birokrasi.
Strategi ini bertujuan menempatkan figur dengan kelincahan (agility) khas sektor swasta guna memimpin pengembangan industri olahraga Indonesia yang lebih kompetitif.
Panitia Seleksi menekankan pentingnya sportivitas dan kejujuran di setiap tahapan.
Peserta diingatkan untuk waspada terhadap oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan materi, mengingat seluruh rangkaian seleksi dipantau secara ketat dan akuntabel oleh instansi pengawas.***
Editor : Eli Kustiyawati