RADAR BOGOR - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, suasana religius mulai terasa di tengah masyarakat.
Masjid dan musala bersiap menyambut jamaah, sementara umat muslim mulai mempersiapkan diri untuk menjalankan berbagai ibadah, salah satunya shalat tarawih.
Bagi kaum perempuan, salah satu perlengkapan ibadah yang tak bisa dilepaskan adalah mukena.
Pakaian khusus untuk shalat ini menjadi kebutuhan utama, baik saat beribadah di rumah maupun di masjid.
Tak jarang, setiap wanita Muslim memiliki lebih dari satu mukena sebagai persiapan.
Namun, seiring waktu, penggunaan yang rutin membuat mukena terlihat kusam, terutama di bagian kepala dan area dagu.
Noda keringat, debu, hingga sisa make-up sering kali menempel dan sulit dihilangkan.
Kondisi ini membuat sebagian orang merasa kurang percaya diri saat mengenakannya untuk shalat tarawih berjamaah.
Di sisi lain, membeli mukena baru bukan selalu menjadi pilihan utama.
Faktor ekonomi membuat banyak orang memilih memanfaatkan perlengkapan lama yang masih layak pakai.
Kabar baiknya, mukena yang tampak usang ternyata masih bisa disulap menjadi tampak seperti baru tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Dilansir dari kanal YouTube Evy Bellia, berikut ini cara sederhana membersihkan mukena dekil hanya dengan memanfaatkan tiga bahan yang mudah ditemukan.
Tiga bahan yang dibutuhkan antara lain pemutih pakaian, citrun, dan baking soda kiloan.
Ketiganya dikenal memiliki kemampuan membersihkan noda membandel serta mengembalikan warna kain yang kusam.
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menuangkan pemutih secukupnya ke dalam wadah.
Setelah itu, pemutih diaplikasikan pada bagian mukena yang kotor menggunakan sikat gigi bekas.
Gosok perlahan pada area yang menguning atau menghitam hingga noda mulai memudar.
Selanjutnya, siapkan ember berisi air panas. Masukkan citrun dan baking soda ke dalamnya, lalu aduk hingga larut.
Mukena yang telah digosok kemudian direndam dalam larutan tersebut selama kurang lebih 15 menit.
Proses perendaman ini bertujuan untuk mengangkat sisa kotoran sekaligus membuat kain kembali cerah.
Setelah direndam, mukena dibilas atau dicuci kembali menggunakan mesin cuci.
Tambahkan deterjen dan pewangi pakaian agar hasilnya lebih bersih dan harum.
Setelah kering, mukena pun tampak jauh lebih segar dan bersih seperti baru dibeli.
Dengan cara ini, para ibu rumah tangga maupun remaja putri dapat mempersiapkan perlengkapan shalat tarawih tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.
Bahkan, mukena lama yang sudah lama tersimpan di lemari bisa kembali digunakan dengan percaya diri.
Selain menjaga penampilan, merawat mukena juga menjadi bagian dari upaya memuliakan ibadah.
Mukena yang bersih dan harum dapat menambah kekhusyukan dalam shalat, terutama di bulan Ramadhan yang penuh berkah.
Dengan persiapan sederhana ini, umat Muslim, khususnya para perempuan, dapat menyambut Ramadhan dengan lebih siap, nyaman, dan penuh semangat.
Ibadah shalat tarawih pun dapat dijalankan dengan hati yang tenang tanpa khawatir soal perlengkapan yang digunakan.***
Editor : Asep Suhendar