RADAR BOGOR – Presiden Prabowo Subianto mengungkap potensi besar pengelolaan dana umat di Indonesia yang dinilai bisa mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahun.
Untuk mengoptimalkan manfaatnya, pemerintah berencana membentuk lembaga khusus yang bertugas mengelola dana umat tersebut secara terstruktur dan maksimal bagi kepentingan masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan sambutan pada pengukuhan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu 7 Februari 2026.
Ia menyebut laporan yang diterimanya dari Menteri Agama menunjukkan potensi dana umat dapat mencapai setidaknya Rp500 triliun per tahun apabila dikelola secara baik dan transparan.
"Sinergi antara ulama dan pemerintah diyakini mampu mendorong pemanfaatan dana tersebut untuk kemajuan bangsa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyampaikan rencana pembangunan fasilitas baru untuk lembaga keumatan.
Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan lahan sekitar 4.000 meter persegi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.
Lahan itu untuk pembangunan gedung setinggi 40 lantai yang akan digunakan oleh MUI, organisasi masyarakat Islam, serta lembaga seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Ia menegaskan lahan tersebut disediakan sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap penguatan kelembagaan umat Islam.
Gedung tersebut nantinya diharapkan menjadi pusat aktivitas lembaga-lembaga keumatan di lokasi strategis ibu kota.
Presiden menjelaskan bahwa ide pembangunan gedung itu muncul dari Menteri Agama Nasaruddin Umar, yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal.
Beberapa waktu lalu, ia menyampaikan kebutuhan akan kantor yang lebih representatif karena keberadaan kantor MUI saat ini dinilai belum memiliki lokasi yang jelas.
Dengan terealisasinya pembangunan tersebut, lembaga-lembaga Islam diharapkan memiliki fasilitas operasional yang memadai di pusat Jakarta.
Selain itu, keberadaan gedung tersebut juga diharapkan menambah fungsi kawasan Bundaran HI yang selama ini identik dengan hotel dan pusat perbelanjaan modern.
Menurut Presiden, ke depan kawasan tersebut tidak hanya menjadi pusat aktivitas bisnis, tetapi juga memiliki bangunan yang diperuntukkan bagi kegiatan lembaga keumatan, sehingga memberikan simbol kehadiran institusi Islam di jantung ibu kota.
Rencana pembentukan lembaga pengelola dana umat dan pembangunan fasilitas baru tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat peran kelembagaan keagamaan sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi berbasis umat di Indonesia. (***)
Editor : Yosep Awaludin