Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

IJKS 2026 Dorong Koi Lokal Naik Kelas Tingkat Dunia, Perkuat Persahabatan Indonesia dan Jepang

Dede Supriadi • Minggu, 8 Februari 2026 | 08:47 WIB
Kontes IJKS 2026 tak hanya menampilkan keindahan koi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi perikanan nasional.
Kontes IJKS 2026 tak hanya menampilkan keindahan koi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi perikanan nasional.

RADAR BOGOR - Indonesia Japan Koi Show (IJKS) 2026 kembali digelar sebagai ajang bergengsi bagi industri ikan hias nasional. Kegiatan ini tidak hanya menampilkan keindahan ikan koi, tetapi juga menjadi sarana penguatan produk koi lokal sekaligus mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Jepang.

Ketua Yayasan Koi Indonesia, Sora Lokita, menyampaikan bahwa IJKS 2026 diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia serta melibatkan juri dan peserta internasional dari Malaysia, Singapura, Tiongkok, dan Jepang.

Sebanyak 30 juri bertugas menilai ribuan ikan koi yang dipertandingkan. Total terdapat 1.044 ekor koi milik 480 pemilik dengan 103 handling yang berkompetisi dalam enam kategori, mulai dari Best in Size hingga Grand Champion Indonesia.

Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Usulkan Kerusakan Jalan Nasional Penghubung Antar Provinsi Ditangani Kementerian PU

Menurut Sora, penyelenggaraan IJKS bertujuan menjangkau masyarakat luas, baik di wilayah pedesaan maupun perkotaan, serta memperkuat industri koi nasional berbasis produksi dalam negeri.

Ia menegaskan bahwa koi lokal memiliki kualitas yang setara dengan koi impor, dengan perbedaan utama hanya pada negara asal kelahiran. Kesadaran pembudidaya terhadap kemurnian genetik juga semakin meningkat, sehingga koi Indonesia kini mampu bersaing dengan koi Jepang di berbagai kontes.

“Koi lokal hanya berbeda dari tempat kelahirannya, kalau impor lahir di Jepang atau Tiongkok, koi lokal lahir di Indonesia, soal kualitas, koi lokal tidak kalah dan penilaiannya tetap sama,” ujar Sora di BRIN Indoor, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu, 7 Februari 2026 malam.

Dari sisi ekonomi, nilai jual koi bervariasi dari ratusan ribu hingga ratusan juta rupiah, khususnya untuk koi berprestasi yang umumnya disertai sertifikat mutu. Sejumlah pembudidaya lokal telah menerapkan sistem sertifikasi sebagai jaminan kualitas.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Mahmud, menilai IJKS 2026 sebagai momentum penting untuk meningkatkan daya saing ikan hias nasional.

Ia menyebut Indonesia saat ini menjadi eksportir ikan hias terbesar kedua di dunia setelah Jepang, dengan nilai ekspor sekitar 40 juta dolar AS, sementara Jepang mencapai 48 juta dolar AS. Produksi ikan hias nasional juga meningkat dari 1,49 miliar ekor pada 2020 menjadi 1,58 miliar ekor pada 2024, yang menunjukkan kontribusi signifikan sektor ini terhadap devisa negara.

Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menyiapkan berbagai strategi pengembangan, antara lain penguatan kampung budidaya ikan hias, peningkatan standar mutu dan kesehatan ikan, pengembangan genetik berbasis riset, serta dukungan terhadap penyelenggaraan kontes dan wisata ikan hias. Melalui IJKS 2026, pemerintah ingin menegaskan bahwa kualitas koi Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional sekaligus menjadi simbol persahabatan kedua negara.

Sekretaris Utama Badan Karantina Indonesia, Shahandra Hanitiyo, menyatakan bahwa IJKS mencerminkan eratnya hubungan perdagangan Indonesia dan Jepang. Ia mencatat impor koi dari Jepang mencapai 29.313 ekor melalui 60 kali pemasukan dengan nilai sekitar Rp6,42 miliar. Menurutnya, potensi Indonesia sebagai produsen ikan hias perlu didukung sistem karantina dan biosekuriti yang kuat melalui sertifikasi kesehatan dan sistem ketertelusuran guna mencegah penyebaran penyakit serta memperluas akses pasar global.

Kepala BRIN, Prof. Arif Satria, menilai koi memiliki nilai ekonomi sekaligus estetika, ekologis, dan sosial-budaya. Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap koi serta memperkuat kebersamaan Indonesia dan Jepang.

"Semoga kegiatan ini dapat menumbuhkan minat masyarakat terhadap koi serta menjadi wujud kebersamaan dan persahabatan antara Indonesia dan Jepang,” kata Arif Satria.

Sementara itu, Fisheries Attache Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Wakabayashi Hajime, menyampaikan harapan agar IJKS terus menjadi jembatan kerja sama strategis antara kedua negara melalui kolaborasi pemerintah, komunitas, asosiasi, dan pelaku usaha untuk mendorong industri koi Indonesia menuju standar global.(ded)

Editor : Eka Rahmawati
#jepang #koi #IJKS