RADAR BOGOR - Semangat toleransi lintas agama tampak kuat dalam pelaksanaan Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang.
Sejumlah gereja di sekitar lokasi acara tidak hanya membagikan ribuan paket makanan dan minuman kepada jamaah, tetapi juga membuka akses fasilitas untuk wudhu serta toilet, bahkan menyesuaikan jadwal ibadah rutin.
Sekretaris Umum Berkat Malang Gema Kasih, Fifi Trisjanti menjelaskan, sikap saling membantu antarumat beragama merupakan nilai yang terus ditanamkan di lingkungan gereja.
Ia menyampaikan, pihaknya merasa senang dapat berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan tersebut.
Beberapa gereja yang terlibat berada di sekitar Stadion Gajayana, di antaranya Gereja Kristen Jawi Wetan Malang, Gereja Kristen Indonesia Bromo Malang, Gereja Hati Kudus Yesus Kayutangan, Gereja Ijen, serta Gereja Immanuel Malang.
Kepada Radar Malang (grup Radar Bogor) ia menjelaskan dari kolaborasi tersebut, sekitar 13 ribu paket makanan disalurkan kepada para peserta kegiatan.
Sekretaris Gereja Immanuel Malang, Narsis Manopo, menerangkan bahwa pihaknya menunda pelaksanaan ibadah yang biasanya digelar pada pagi dan sore hari.
Penyesuaian itu dilakukan untuk mendukung kelancaran acara Mujahadah Kubro NU.
"Ada ibadah, biasanya pukul 08.00 dan pukul 17.00. Namun, kami tunda pelaksanaannya sore hari," ungkap Narsis Manopo, Minggu (8/2/2026).
Ia juga menegaskan bahwa gereja tidak merasa terganggu oleh pelaksanaan kegiatan tersebut karena telah menyiapkan sejumlah alternatif bagi jemaat, termasuk mengarahkan sebagian ke gereja lain di kawasan Jalan Pattimura serta menyediakan siaran ibadah secara daring pada sore hari bagi yang tidak dapat hadir langsung.
Kepadatan jamaah tidak hanya terjadi di sekitar gereja.
Sejumlah fasilitas kesehatan di Kota Malang turut menerima kunjungan jamaah NU yang membutuhkan layanan medis.
Salah satunya Rumah Sakit Hermina Tangkubanperahu.
Salah seorang penanggung jawab pelayanan kesehatan Harlah NU dari RS Hermina Tangkubanperahu, dr. Pratita Ardhanareswari menyampaikan, beberapa jamaah dirujuk ke rumah sakit tersebut oleh tim medis di lapangan.
Bahkan, terdapat satu jamaah yang semula ditangani oleh tenaga kesehatan dari RSUD Kota Malang sebelum akhirnya dipindahkan untuk mendapatkan penanganan darurat di RS Hermina.
Namun, kondisi jamaah tersebut dinilai memerlukan perawatan lanjutan sehingga kemudian dirujuk kembali ke RSUD dr. Saiful Anwar (RSSA).
Kepala Bagian Umum RSSA, Dony Iryan Vebry Prasetyo menyebutkan, kondisi pasien masih berada dalam pengawasan tim dokter. (mel/ttg)
Editor : Siti Dewi Yanti