RADAR BOGOR – Ada abar baik bagi dari Semen Tiga Roda buat para pekerja sektor informal, khususnya bidang konstruksi.
Pasalnya, Semen Tiga Roda memberikan bantuan renovasi rumah gratis untuk tukang bangunan.
Program bertajuk Bangun Rumah Tukangku, yang digulirkan Semen Tiga Roda ini sudah memasuki tahap pembangunan mulai bulan ini.
Inisiatif sosial ini hadir sebagai jawaban atas ironi yang sering terjadi di lapangan.
Sebab, banyak tukang bangunan yang puluhan tahun mendirikan rumah kokoh untuk orang lain, namun justru tinggal di hunian kurang layak bersama keluarganya.
Kepedulian terhadap realitas inilah yang kemudian digagas Semen Tiga Roda.
Setelah melalui proses seleksi ketat terhadap 625 rekomendasi masyarakat dan survei langsung ke berbagai pelosok daerah Indonesia, 32 pemenang telah ditentukan manajemen Semen Tiga Roda.
Proses pembangunan ini dijadwalkan berlangsung bertahap di berbagai wilayah Indonesia.
Pembangunan mulai dilakukan akhir Februari hingga awal Juli 2026 dari Medan hingga Makassar.
“Rumah saya kondisinya bocor semua. Alhamdulillah, saya bersyukur dan merasa beruntung sekali terpilih sebagai pemenang," ujar Ibu Susi (51) dengan mata berkaca-kaca, sembari menceritakan anak lelakinya, Arjuna (23), yang kini meneruskan jejak almarhum ayahnya sebagai tukang bangunan di Sidoarjo.
Dia pun berterima kasih kepada Semen Tiga Roda, dan berharap rumahnya dapat ditempati dengan layak bersama anak-anaknya.
Realisasi inisiatif sosial berskala nasional ini juga dapat terlaksana berkat kolaborasi kokoh antara Semen Tiga Roda dengan para mitra bisnis Indocement.
Sinergi ini memastikan proses renovasi bagi para pemenang di seluruh lokasi dapat berjalan lancar dengan standar kualitas terbaik.
Menanggapi dimulainya proses pembangunan ini, Direktur Semen Tiga Roda, Troy D. Saputro, menegaskan komitmen perusahaan.
“Ini adalah bentuk rasa terima kasih dari kami untuk pahlawan konstruksi Indonesia, para tukang bangunan. Kami ingin mewujudkan harapan mereka yang sudah membangun rumah banyak orang, bisa merasakan kenyamanan rumah milik sendiri,” ujarnya.
Langkah nyata ini dapat menjadi angin segar bagi pemberdayaan pekerja sektor informal di tanah air.
Upaya memanusiakan profesi tukang bangunan dengan memberikan rumah layak tak hanya berdampak pada fisik bangunan semata, namun juga mengangkat martabat dan kesejahteraan keluarga sang ujung tombak pembangunan bangsa. (**)
Editor : Alpin.