Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Menjaga Pers di Tengah Disrupsi Zaman

Siti Dewi Yanti • Senin, 9 Februari 2026 | 18:36 WIB
Lucky Lukman Nul Hakim, Pemimpin Redaksi radarbogor.jawapos.com / Wakil Ketua PWI Kota Bogor
Lucky Lukman Nul Hakim, Pemimpin Redaksi radarbogor.jawapos.com / Wakil Ketua PWI Kota Bogor

Setiap 9 Februari, bangsa ini memperingati Hari Pers Nasional sebagai momentum refleksi atas peran jurnalisme dalam kehidupan demokrasi.

Pers bukan sekadar penyampai informasi, tetapi pilar penting yang menjaga transparansi, mengawasi kekuasaan serta memperjuangkan kepentingan publik.

Namun di balik ucapan selamat yang mengalir, industri pers Indonesia tengah menghadapi tantangan serius yang tidak bisa diabaikan.

Tekanan ekonomi, perubahan pola konsumsi berita, hingga dominasi platform digital global membuat banyak perusahaan pers kesulitan bertahan.

Tidak sedikit media yang terpaksa menutup operasionalnya, sementara para jurnalis bekerja dalam situasi yang semakin rentan.

Kondisi ini mengancam keberlangsungan ekosistem informasi yang sehat dan berimbang, padahal pers adalah fondasi penting bagi demokrasi.

Desakan Dewan Pers bersama organisasi pers agar karya jurnalistik dilindungi hak cipta, patut mendapat perhatian serius.

Di era kecerdasan buatan dan distribusi konten lintas platform, perlindungan terhadap produk jurnalistik bukan sekadar soal ekonomi.

Melainkan, penghargaan atas kerja profesional yang mengandalkan verifikasi, etika dan tanggung jawab publik.

Platform teknologi digital, juga harus diajak berbagi peran melalui mekanisme kompensasi yang adil dan proporsional atas pemanfaatan karya pers.

Di sisi lain, negara memiliki tanggung jawab strategis untuk memastikan industri media tetap hidup dan sehat.

Penyediaan infrastruktur digital, insentif fiskal dengan prinsip no tax for knowledge, pembiayaan publik yang transparan serta independen, hingga pengembangan Dana Jurnalisme dan program penyehatan pers menjadi langkah konkret yang layak dipercepat.

Hari Pers Nasional, seharusnya tidak berhenti pada seremoni.

Tapi, seharusnya menjadi pengingat bahwa kebebasan pers harus dibarengi dengan keberlanjutan ekonomi, perlindungan hukum, serta adaptasi terhadap perubahan teknologi.

Tanpa pers yang kuat, masyarakat kehilangan salah satu penopang utama demokrasi.

Menjaga pers berarti menjaga ruang publik yang sehat.

Di tengah arus disrupsi yang kian cepat, komitmen bersama pemerintah, DPR, platform digital, dan masyarakat menjadi kunci agar jurnalisme tetap berdiri tegak sebagai suara kebenaran. (*)

*) Lucky Lukman Nul Hakim

Pemimpin Redaksi radarbogor.jawapos.com

Wakil Ketua PWI Kota Bogor

Editor : Siti Dewi Yanti
#pers #media #jurnalisme