RADAR BOGOR – Masyarakat diharapkan segera melakukan pengecekan ulang status kepesertaan jaminan kesehatan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) baru saja mengungkap temuan krusial mengenai ketidaktepatan sasaran distribusi bantuan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) yang perlu diwaspadai oleh keluarga rentan agar tidak kehilangan hak proteksi medisnya.
Berdasarkan data terbaru tahun 2025 yang diukur menggunakan instrumen DTSEN, terungkap adanya anomali besar dalam distribusi bantuan kesehatan.
“Desil 1 sampai 5 yang belum menerima PBI cukup besar, yaitu 54 juta jiwa lebih,” jelas Mensos Saifullah Yusuf di akun YouTube Kemensos RI.
Mensos menjelaskan, kelompok yang seharusnya paling terlindungi justru masih dalam status menunggu, sementara bantuan belum tersalurkan secara merata kepada mereka yang paling membutuhkan.
Temuan Salah Sasaran pada Kelompok MampuIronisnya, saat puluhan juta warga miskin belum terdaftar, data menunjukkan adanya warga dari kelompok ekonomi yang lebih mampu (Desil 6 hingga 10) yang justru masih tercatat sebagai penerima bantuan iuran gratis tersebut.
• Kelompok mampu terlindungi: Sebagian warga di Desil 6–10 masih menikmati fasilitas PBI JK yang seharusnya dialokasikan untuk warga miskin.
• Data non-desil: Terdapat lebih dari 15 juta jiwa dari kelompok Desil 6–10 dan kategori non-desil yang masuk dalam catatan penerima, sehingga memicu urgensi dilakukannya realokasi data secara transparan.
Menanggapi temuan ini, Menteri Sosial Saifullah Yusuf meminta Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memberikan penjelasan lebih rinci dan melakukan sinkronisasi data agar bantuan tepat sasaran.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa prinsip keadilan sosial terpenuhi, yakni penduduk yang benar-benar miskin mendapatkan prioritas utama dalam layanan BPJS gratis dari pemerintah.
Pemerintah berkomitmen untuk terus memperbaiki integrasi data DTKS dan DTSEN guna meminimalisasi kesenjangan distribusi bantuan sosial di masa mendatang agar lebih tepat sasaran.***
Editor : Eli Kustiyawati