Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Antisipasi Lonjakan Mudik Lebaran 2026, Menhub dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Matangkan Strategi Transportasi

Yosep Awaludin • Selasa, 17 Februari 2026 | 09:40 WIB
Menhub dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi rapat mengenai antisipasi mudik Lebaran 2026 terutama daerah Jawa Barat.
Menhub dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi rapat mengenai antisipasi mudik Lebaran 2026 terutama daerah Jawa Barat.

RADAR BOGOR - Dalam rangka mendukung kesiapan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026, Menhub Dudy Purwagandhi bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menggelar pertemuan koordinasi di Subang, Sabtu 14 Februari 2026.

Pertemuan tersebut membahas langkah antisipatif menghadapi lonjakan pergerakan masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Barat yang menjadi salah satu simpul utama arus mudik nasional.

Menhub menegaskan, posisi Jawa Barat sangat strategis karena selain menjadi daerah asal pemudik terbesar, wilayah ini juga merupakan jalur lintasan menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Perhubungan di dephub.go.id, berdasarkan hasil Survei Angkutan Lebaran 2026, Menhub menjelaskan bahwa potensi pergerakan masyarakat selama periode Lebaran diperkirakan mencapai 143,91 juta orang atau sekitar 50,60 persen dari total penduduk Indonesia.

Meski angka tersebut menurun dibandingkan hasil survei tahun sebelumnya, pemerintah tetap menyiapkan skenario maksimal.

Pasalnya, realisasi pergerakan pada Lebaran 2025 berbasis Mobile Positioning Data (MPD) justru mencapai 154,62 juta orang. Artinya, potensi lonjakan di lapangan bisa saja melampaui angka survei.

Salah satu perhatian utama pemerintah adalah tingginya penggunaan mobil pribadi. Sekitar 53 persen masyarakat diprediksi memilih mobil sebagai moda transportasi.

Dengan mayoritas melintasi jalur tol, terutama koridor Jakarta - Cikampek yang selama ini kerap menjadi titik krusial kepadatan.

Karena itu, dukungan Pemprov Jawa Barat dinilai sangat penting, khususnya dalam pengaturan lalu lintas di jalur arteri, pengendalian pasar tumpah, serta penanganan hambatan samping yang berpotensi menimbulkan kemacetan.

Selain arus mudik, lonjakan kendaraan menuju kawasan wisata juga diperkirakan terjadi setelah hari pertama Lebaran.

Menhub juga meminta penguatan pengawasan di sejumlah titik rawan kecelakaan, termasuk perlintasan sebidang kereta api.

Kesiapsiagaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan bencana seperti banjir, longsor, maupun rob turut menjadi perhatian dalam rapat koordinasi tersebut.

Di sisi lain, Kementerian Perhubungan memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi lintas moda, mulai dari angkutan darat, laut, penyeberangan, udara, hingga perkeretaapian.

Peningkatan keselamatan dilakukan melalui ramp check di berbagai moda, serta penguatan manajemen operasional di simpul transportasi padat seperti terminal dan stasiun di wilayah Jawa Barat.

Menhub optimistis, dengan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan lebih aman dan tertib.

Mengingat besarnya arus pergerakan dari dan melalui Jawa Barat, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci keberhasilan pengelolaan arus mudik dan balik tahun ini. (Dian/Vokasi IPB)

Editor : Yosep Awaludin
#dedi mulyadi #jawa barat #Angkutan Lebaran 2026