RADAR BOGOR – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 2026, berbagai pertanyaan seputar ibadah puasa kembali ramai dibicarakan masyarakat.
Salah satu yang paling sering menimbulkan kebingungan adalah soal lafal niat puasa, apakah harus membaca Romadhoni atau Romadhona, dan apakah kesalahan pengucapan membuat puasa menjadi tidak sah.
Pertanyaan seperti ini ternyata sangat umum terjadi setiap tahun menjelang Ramadhan. Banyak umat Islam khawatir puasanya batal hanya karena kesalahan membaca niat.
Buya Yahya menjelaskan bahwa persoalan tersebut sering terlalu dipermasalahkan, padahal inti dari niat bukan pada kerumitan tata bahasa Arabnya.
“Orang awam bahkan orang alim sekalipun salah membaca, puasanya tetap sah. Jangan dibikin pusing,” ujar Buya Yahya.
Lebih lanjut, Buya Yahya menegaskan bahwa membaca Romadhon, Romadhoni, maupun Romadhona pada dasarnya tetap sah selama maksudnya adalah berpuasa Ramadhan. Perbedaan itu hanya berkaitan dengan ilmu tata bahasa Arab (nahwu sharaf), bukan syarat sah ibadah.
Mengapa Banyak Orang Jadi Ragu?
Menurut penjelasan tersebut, masyarakat sering terjebak pada detail teknis bahasa hingga lupa tujuan utama ibadah.
“Kadang dipermasalahkan urusan begitu. Yang penting maksudnya kena,” lanjut Buya Yahya.
Padahal, niat adalah pekerjaan hati. Lafal hanyalah bantuan agar seseorang sadar akan ibadah yang akan dikerjakan.
Contoh Niat Puasa yang Benar
Secara lengkap, niat puasa memang sering diajarkan dalam bentuk panjang, misalnya:
Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāna hādzihis sanati lillāhi ta‘ālā.
Namun, ulama menegaskan bahwa hal itu bukan kewajiban. Bahkan jika seseorang hanya menghadirkan niat dalam hati tanpa membaca lafaz panjang, puasanya tetap sah.
“Tidak perlu terlalu serius dipikir seperti sholat pakai takbir. Cukup dengan hati sudah sah,” jelas Buya Yahya.
Niat Cukup di Malam Hari
Hal penting yang perlu diperhatikan justru waktu niat, yaitu dilakukan sebelum terbit fajar. Artinya, seseorang cukup memastikan dalam hati bahwa ia akan berpuasa esok hari tanpa harus menghafal kalimat panjang.
Pesan Penting Jelang Ramadhan 2026
Ramadhan sering menjadi momen sebagian umat merasa takut ibadahnya tidak sah karena kesalahan kecil. Padahal, agama tidak dimaksudkan untuk mempersulit.
Menjelang Ramadhan 2026, masyarakat diingatkan agar fokus pada keikhlasan dan kesiapan hati, bukan pada perdebatan pelafalan yang justru membuat ragu menjalankan ibadah.
Sebab, pada akhirnya yang menentukan sah atau tidaknya puasa bukan panjangnya lafaz, melainkan kesungguhan niat menjalankannya karena Allah.***
Editor : Eli Kustiyawati