RADAR BOGOR - Memasuki hari-hari awal Ramadhan tahun ini, hal yang sering ditanyakan adalah konsumsi kopi saat sahur, risiko asam lambung kambuh, hingga manfaat puasa bagi kesehatan jantung.
Menurut dr Tirta, ada beberapa tips yang bisa dilakukan penderita asam lambung agar bisa mengatur makanan sahur, hingga minum kopi untuk kesehatan jantung.
Menurut dia, secara realistis, puasa memang bisa memicu adaptasi tubuh, terutama karena lambung kosong selama hampir 12 jam.
“Kalau punya riwayat sakit lambung, memang ada risiko kambuh. Karena tubuh sedang beradaptasi,” ujar dr. Tirta.
Solusinya? Bagi penderita gastritis atau GERD, obat lambung bisa diminum saat sahur dan berbuka sesuai anjuran dokter penyakit dalam.
Saat berbuka, ia menyarankan untuk tidak langsung menyantap makanan berat.
“Air putih dan kurma dulu. Jangan langsung makan besar karena lambung bisa ‘kaget’,” ujar dr. Tirta.
dr. Tirta juga mengingatkan agar tidak makan berlebihan saat berbuka karena bisa memicu dispepsia dan memperparah GERD.
Bila di tengah hari tiba-tiba sakit kambuh parah, dalam kondisi tersebut seseorang diperbolehkan untuk membatalkan puasa karena termasuk kategori sakit.
Puasa Turunkan Risiko Penyakit Jantung?
Tak hanya soal lambung, dr. Tirta juga membahas manfaat medis puasa.
Dalam dunia kesehatan dan kebugaran, puasa diibaratkan seperti fase “cutting”, yaitu saat tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi.
Ketika asupan gula berhenti selama puasa, tubuh mulai membakar cadangan lemak. Dampaknya, kadar kolesterol total bisa menurun.
Artinya, Ramadhan bukan hanya momentum spiritual, tetapi juga bisa menjadi momen memperbaiki profil metabolik tubuh, tentu dengan catatan pola makan tetap terjaga dan tidak berlebihan saat berbuka.
Kopi Saat Sahur, Bikin Kuat atau Malah Haus?
Pertanyaan paling menarik yang jadi sorotan adalah soal konsumsi kopi saat sahur.
Banyak orang mengira kopi bisa membantu menjaga energi sepanjang hari. Namun menurut dr. Tirta, efek kafein justru perlu diperhatikan.
“Kafein itu stimulan. Dia meningkatkan aktivitas jantung dan bikin sering buang air kecil. Akibatnya, malah lebih cepat haus,” paparnya. Karena sifat diuretiknya, konsumsi kopi saat sahur bisa meningkatkan risiko dehidrasi.
Jika ingin minum kopi sebaiknya setelah salat Isya atau tarawih, bukan saat sahur. Efek kafein, katanya, rata-rata hanya bertahan sekitar tiga jam dalam tubuh.
Jadi, jika diminum malam hari, efeknya tidak akan terlalu mengganggu saat siang berpuasa.
Namun ia tetap mengingatkan agar tidak minum kopi saat perut kosong ketika berbuka, karena bisa memicu asam lambung naik.
Sahur Banyak Biar Tahan Lapar?
Banyak orang berpikir makan dalam porsi besar saat sahur akan membuat kenyang lebih lama. Menurut dr. Tirta, itu keliru.
“Lambung itu kapasitasnya terbatas. Kalau dipaksa penuh, bukan tahan lapar, malah mual dan bisa memicu GERD,” jelas dr. Tirta.
Ia menjelaskan bahwa tubuh manusia sebenarnya mampu bertahan tanpa makan selama beberapa hari, asalkan kebutuhan cairan terpenuhi.
Oleh karena itu, sahur secukupnya dengan gizi seimbang sudah cukup untuk menopang energi seharian. Ia juga mengingatkan agar tidak menjadikan waktu berbuka sebagai ajang “balas dendam” makan berlebihan.
Air Hangat atau Air Dingin Saat Berbuka?
Soal minuman berbuka, dr. Tirta mengakui ada perbedaan pendapat di kalangan tenaga medis. Namun secara pribadi, ia cenderung merekomendasikan air hangat.
Menurutnya, setelah seharian tidak ada asupan melalui kerongkongan, air hangat memberi sensasi nyaman dan membantu vasodilatasi pembuluh darah di area tersebut.
Selain itu, air hangat juga membantu menjaga kebersihan rongga mulut. Meski begitu, ia menegaskan bahwa air dingin atau suhu ruang juga tetap aman dikonsumsi.
Hal yang terpenting adalah tidak langsung minum kopi saat perut kosong.
Magnesium, Kurma, dan Cegah Kram Otot
Dalam sesi tanya jawab, dr. Tirta juga membahas soal kram otot saat puasa. Ia membenarkan bahwa makanan tinggi magnesium dapat membantu mengurangi risiko kram dan menunjang kualitas tidur.
Sumber magnesium bisa ditemukan pada kurma, alpukat, ikan, serta daging merah dalam porsi wajar.
Baca Juga: Jelang Ramadhan, MBI Chapter Tangerang Gelar Motocamp dan Kajian di Gunung Bunder Bogor
Magnesium juga berperan dalam mendukung kualitas deep sleep yang penting selama Ramadhan.
Fokus Ibadah, Jangan Korbankan Puasa Demi Target Lain
Menutup penjelasannya, dr. Tirta mengingatkan bahwa Ramadhan adalah momentum khusus yang hanya datang satu bulan dalam setahun.
Adaptasi memang tidak mudah, tetapi dengan pola makan yang tepat, tidur cukup, serta pengelolaan kafein yang bijak, puasa bisa menjadi ibadah yang menyehatkan fisik sekaligus menguatkan spiritual.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga