RADAR BOGOR - Selain memperbanyak ibadah puasa dan doa, umat Islam juga dianjurkan menjaga kebersihan diri selama bulan suci Ramadhan.
Dilansir dari kanal YouTube amustchanelm7, salah satu amalan yang disunnahkan adalah mandi malam di bulan Ramadhan. Amalan ini memiliki dasar keterangan dalam kitab fikih dan disertai dengan niat khusus.
Berikut penjelasan lengkap mengenai niat mandi malam selama Ramadhan, teks latin, arti, serta waktu pelaksanaannya.
Teks Latin:
Nawaitu adâ'al ghuslil masnûni lî fî hadzihil lailatil min ramadhana lillâhi ta'âlâ.
Terjemahan:
“Aku berniat menjalankan mandi yang disunnahkan kepadaku pada malam ini di bulan Ramadhan karena Allah Ta’ala.”
Niat ini dibaca sebelum atau bersamaan dengan pelaksanaan mandi sunnah di malam hari selama bulan Ramadhan.
Dalam kitab fikih I'anatut Thalibin, dijelaskan bahwa salah satu mandi yang disunnahkan adalah mandi pada setiap malam bulan Ramadhan.
Keterangan ini dinukil dari ulama besar mazhab Syafi’i, yaitu Sayyid Abu Bakar Syatha'.
Beliau menerangkan bahwa mandi malam Ramadhan termasuk amalan sunnah yang dianjurkan sebagai bentuk persiapan menyambut ibadah di malam hari, seperti shalat tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan ibadah lainnya.
Anjuran ini menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan kebersihan lahir dan batin, terutama dalam momentum bulan suci yang penuh keberkahan.
Adapun waktu kesunahan mandi malam Ramadhan dimulai sejak terbenamnya matahari di ufuk barat hingga terbitnya fajar shadiq.
Artinya, waktu pelaksanaannya berada di rentang malam hari, setelah masuk waktu magrib sampai menjelang subuh.
Dengan demikian, seseorang dapat melaksanakan mandi sunnah ini setelah berbuka puasa, sebelum atau sesudah salat tarawih, maupun menjelang sahur.
Selama masih dalam rentang waktu tersebut, mandi sunnah tetap termasuk dalam anjuran.
Penjelasan waktu ini penting agar umat Islam tidak keliru dalam memahami kapan kesunahan tersebut berlaku.
Mandi malam di bulan Ramadhan memiliki beberapa hikmah. Pertama, menjaga kebersihan dan kesegaran tubuh setelah seharian berpuasa.
Kedua, sebagai bentuk penghormatan terhadap malam Ramadhan yang dipenuhi dengan berbagai ibadah.
Selain itu, mandi juga dapat membantu meningkatkan kekhusyukan dalam beribadah. Tubuh yang bersih dan segar tentu lebih nyaman untuk melaksanakan shalat, membaca Al-Qur’an, maupun berzikir.
Walaupun hukumnya sunnah dan bukan kewajiban, amalan ini menjadi salah satu bentuk kesungguhan dalam menghidupkan malam Ramadhan.
Pentingnya Niat dalam Setiap Ibadah
Sebagaimana ibadah lainnya, mandi sunnah Ramadhan juga dianjurkan disertai niat. Niat menjadi pembeda antara mandi biasa untuk kebersihan dan mandi sebagai ibadah yang bernilai pahala.
Dengan membaca niat mandi malam Ramadhan, seorang Muslim menghadirkan kesadaran bahwa aktivitas tersebut dilakukan semata-mata karena Allah Ta’ala.
Ramadhan merupakan bagian dari amalan sunnah yang dijelaskan dalam I’anatut Thalibin karya Sayyid Abu Bakar Syatha’. Waktu pelaksanaannya dimulai sejak terbenam matahari hingga terbit fajar shadiq.
Meskipun tidak wajib, mandi sunnah di malam Ramadhan menjadi salah satu cara menjaga kebersihan dan mempersiapkan diri dalam menyambut ibadah malam.
Semoga amalan sederhana ini dapat menambah kesempurnaan ibadah kita di bulan suci Ramadhan.***
Editor : Asep Suhendar