RADAR BOGOR – Meski baru awal Ramadhan, pemerintah sudah mulai mematangkan persiapan arus mudik Lebaran 2026 lebih awal.
Jutaan masyarakat diperkirakan akan kembali bergerak menuju kampung halaman pada Lebaran 2026, membuat berbagai jalur transportasi diprediksi mengalami peningkatan volume penumpang secara signifikan.
Berdasarkan Survei Angkutan Lebaran 2026 yang dilansir melalui akun Instagram @kemenhub151, jumlah pemudik tahun ini diperkirakan mencapai 143,9 juta orang.
Angka tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat untuk pulang ke kampung halaman tetap tinggi menjelang Hari Raya Idulfitri.
Dari hasil survei tersebut, Jawa Barat tercatat sebagai provinsi asal pemudik terbanyak dengan jumlah mencapai 30,97 juta orang atau sekitar 21,52 persen dari total pemudik nasional.
Sementara itu, Jawa Tengah menjadi tujuan favorit dengan 38,71 juta orang atau 26,90 persen.
Hal ini menunjukkan arus pergerakan masyarakat diperkirakan akan cukup padat di jalur-jalur utama menuju wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.
Meski jumlah pemudik tahun 2026 diprediksi mengalami penurunan sekitar 1,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, pemerintah tetap bersiaga penuh.
Penurunan tersebut tidak serta-merta membuat persiapan menjadi longgar, mengingat potensi lonjakan di hari-hari tertentu tetap bisa terjadi, terutama pada puncak arus mudik dan arus balik.
Untuk mendukung kelancaran perjalanan, pemerintah mendorong penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA).
Kebijakan ini diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan dengan memberi fleksibilitas bagi pekerja untuk mengatur waktu keberangkatan lebih awal atau tidak bersamaan dengan puncak arus mudik.
Dengan begitu, distribusi pergerakan masyarakat dapat lebih merata dan risiko kemacetan parah bisa ditekan.
Selain kebijakan tersebut, kesiapan sarana dan prasarana transportasi juga menjadi perhatian utama.
Pemerintah telah menyiapkan sebanyak 31.345 unit bus untuk melayani angkutan darat antarkota dan antarprovinsi.
Untuk moda kereta api, disediakan 2.683 perjalanan kereta guna mengakomodasi lonjakan penumpang di berbagai rute favorit.
Di sektor transportasi udara, sebanyak 392 pesawat telah dipersiapkan untuk mendukung mobilitas masyarakat, terutama bagi pemudik yang menempuh perjalanan jarak jauh antar pulau.
Sementara itu, angkutan laut juga diperkuat dengan 829 kapal laut dan 255 kapal penyeberangan guna memastikan kelancaran arus penumpang di wilayah kepulauan dan jalur penyeberangan utama.
Dengan berbagai langkah antisipatif yang dilakukan sejak awal, pemerintah berharap pelaksanaan mudik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih tertib, aman, dan nyaman.
Koordinasi lintas sektor pun terus diperkuat agar seluruh aspek, mulai dari keselamatan, kelayakan armada, hingga manajemen lalu lintas, dapat terkelola dengan baik selama periode mudik dan arus balik berlangsung. (Dian/Vokasi IPB)
Editor : Yosep Awaludin