Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

3,67 Juta Kendaraan Diprediksi Tinggalkan Jakarta pada Mudik Lebaran 2026, Jalur Bogor Berpotensi Padat

Yosep Awaludin • Jumat, 20 Februari 2026 | 09:40 WIB
Suasana padatnya arus lalu lintas. Jutaan kendaraan bakal tinggalkan Jakarta pada arus mudik Lebaran 2026.
Suasana padatnya arus lalu lintas. Jutaan kendaraan bakal tinggalkan Jakarta pada arus mudik Lebaran 2026.

RADAR BOGOR - Lonjakan kendaraan saat arus mudik dan balik Lebaran 2026 diperkirakan berdampak hingga wilayah Bogor dan sekitarnya.

Pergerakan jutaan kendaraan dari dan menuju Jakarta pada arus mudik dan balik Lebaran 2026 disebut berpotensi memicu kepadatan di sejumlah jalur utama, termasuk ruas tol dan arteri menuju kawasan penyangga seperti Bogor dan Puncak.

Berdasarkan data yang dilansir dari akun Instagram resmi @kemenhub151, proyeksi lalu lintas keluar Jakarta selama masa angkutan Lebaran 2026 (H-10 hingga H+11) mencapai 3,67 juta kendaraan.

Sementara arus balik atau kendaraan yang masuk Jakarta diperkirakan mencapai 3,54 juta unit.

Kendaraan tersebut diprediksi melintas melalui sejumlah gerbang tol utama, yakni GT Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, GT Cikupa, dan GT Ciawi.

Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026 (H-3), dengan sekitar 259 ribu kendaraan meninggalkan Jakarta dalam satu hari.

Sedangkan puncak arus balik diprediksi berlangsung pada Senin, 24 Maret 2026 (H+3), dengan volume kendaraan mencapai 285 ribu unit.

GT Ciawi yang menjadi pintu utama menuju Bogor dan kawasan Puncak diprediksi mengalami peningkatan volume kendaraan signifikan, terutama saat arus balik.

Kondisi ini berpotensi memicu kepadatan di jalur arteri Kota dan Kabupaten Bogor hingga kawasan wisata.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat tersebut.

Dalam pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta di Balai Kota, Menhub meminta dukungan berupa pembentukan posko pelayanan dan monitoring Angkutan Lebaran 2026.

Selain itu, dilakukan ramp check untuk memastikan kesiapan armada, pemeriksaan kesehatan awak kendaraan, serta pengawasan di simpul-simpul transportasi, khususnya terminal Tipe A.

Pemerintah daerah juga didorong meningkatkan layanan angkutan feeder guna mempermudah akses pemudik menuju terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara.

Pengawasan dan pengendalian lalu lintas menjadi perhatian utama, termasuk penempatan petugas di titik rawan kemacetan, pemantauan melalui CCTV.

Serta kesiapan jalur alternatif guna meminimalisir antrean kendaraan, khususnya di jalur tol dan pintu keluar menuju daerah penyangga seperti Bogor.

Tak hanya itu, penyediaan fasilitas umum di simpul transportasi terpadat turut menjadi sorotan.

Penambahan gerai makanan, bengkel kendaraan, hingga toilet portable diharapkan mampu menunjang kenyamanan masyarakat selama perjalanan mudik dan balik.

Dengan proyeksi jutaan kendaraan yang melintas, masyarakat Bogor dan sekitarnya diimbau untuk mengatur waktu perjalanan, memantau informasi resmi terkait rekayasa lalu lintas, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum bepergian.

Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci agar arus mudik dan balik Lebaran 2026 berjalan aman dan lancar. (Dian/Vokasi IPB)

Editor : Yosep Awaludin
#arus mudik #kendaraan #lebaran 2026