Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Jangan Panik, Begini Hukum Menelan Sisa Makanan yang Terselip di Gigi Saat Puasa Ramadhan Menurut Buya Yahya

Khairunnisa RB • Jumat, 20 Februari 2026 | 09:09 WIB
Ilustrasi seorang muslim berpuasa di bulan Ramadhan.
Ilustrasi seorang muslim berpuasa di bulan Ramadhan.

RADAR BOGOR - Pertanyaan seputar hal-hal kecil yang berpotensi membatalkan puasa kerap muncul menjelang dan selama bulan suci Ramadhan.

Salah satunya adalah persoalan sisa makanan yang masih tertinggal di sela gigi setelah sahur, lalu tanpa sengaja tertelan saat sudah menjalankan puasa.

Apakah kondisi tersebut membatalkan puasa?

Pertanyaan sederhana ini ternyata menyentuh persoalan fiqih yang sering terjadi di kehidupan sehari-hari, terutama ketika seseorang berusaha menjaga puasanya sebaik mungkin.

Baca Juga: Laporan Update Bansos 20 Februari 2026: Percepatan Bantuan Pangan dan Kebijakan Prioritas Desil Terbaru, Cek Selengkapnya

Tidak Sengaja Tertelan Tidak Membatalkan

Menanggapi hal tersebut, Buya Yahya memberikan penjelasan yang menenangkan.

Menurutnya, jika sisa makanan di gigi sudah diusahakan untuk dibersihkan tetapi masih tertinggal dan kemudian tertelan tanpa disadari, maka puasa tetap sah.

“Jika ada sisa makanan di gigi, sudah kita bersihkan ternyata masih ada sisa sekecil biji wijen, lalu tertelan dalam keadaan tidak menyadari, maka tidak batal,” ujar Buya Yahya, dilansir dari kanal Youtube Al-Bahjah TV.

Baca Juga: Warga Bogor Sini Merapat, Ada Resep Menu Sahur Ayam Goreng Sereh dan Ayam Goreng Terasi yang Lezat dan Praktis di Ramadhan 2026

Buya Yahya menegaskan bahwa kunci utamanya adalah unsur kesengajaan.

Sesuatu yang masuk ke dalam perut tanpa niat atau tanpa disadari tidak membatalkan puasa.

“Makan sedikit tidak sengaja adalah tidak batal,” lanjut Buya Yahya.

Penjelasan ini menjadi kabar lega bagi banyak orang yang sering khawatir puasanya rusak karena hal-hal kecil yang sulit dihindari.

Baca Juga: Ayam Gongso Rekomendasi Banget Buat Menu Buka Puasa yang Wajib Dicoba, Begini Resepnya

Berbeda Jika Disengaja

Namun, hukum menjadi berbeda apabila seseorang menyadari adanya sisa makanan di mulutnya lalu sengaja menelannya.

“Kalau Anda sudah tahu itu ada di gigi, lalu ditelan, maka batal puasa kita,” tegas Buya Yahya.

Pengasuk pondok pesantren Al-Bahjah menjelaskan bahwa lidah dan gigi manusia sangat peka terhadap benda asing.

Tanpa perlu pemeriksaan khusus, seseorang umumnya dapat merasakan apakah ada sesuatu yang bukan bagian dari tubuh di dalam mulutnya.

Baca Juga: Cari Tempat Bukber Murah di Kota Bogor? Yukita EduCafe Punya Menu di Bawah Rp30 Ribu

“Selagi itu benda asing dan kita telan dengan sengaja, batal puasa,” ujarnya.

Dengan kata lain, kesadaran dan niat menjadi faktor penentu dalam penilaian hukum puasa pada kasus ini.

Prinsip Fiqih: Tidak Sengaja Dimaafkan

Buya Yahya juga mengingatkan prinsip umum dalam ibadah puasa: hal yang terjadi karena lupa atau tidak sengaja dimaafkan.

Baca Juga: Cari Tempat Bukber Murah di Kota Bogor? Yukita EduCafe Punya Menu di Bawah Rp30 Ribu

Ia bahkan memberikan ilustrasi ekstrem untuk memperjelas.

“Kalau makan satu piring karena lupa, tetap tidak batal,” ujar Buya Yahya sambil berseloroh.

Candaan tersebut menggambarkan bahwa dalam fiqih Islam, unsur lupa atau ketidaksengajaan benar-benar dipertimbangkan secara serius.

Pesan Penting bagi Umat Muslim

Penjelasan ini menjadi pengingat agar umat Islam tidak mudah diliputi kecemasan berlebihan saat berpuasa.

Baca Juga: Warga Bogor Harus Coba, Menu Buka Puasa Ramadhan 2026 dengan Rendang Ayam Gurih dan Lezat, Ini Resepnya

Selama seseorang telah berusaha menjaga kebersihan mulut setelah sahur dan tidak sengaja menelan sesuatu, puasanya tetap sah.

Namun di sisi lain, kehati-hatian tetap dianjurkan, misalnya dengan membersihkan gigi dan berkumur secara menyeluruh sebelum imsak.

Dengan demikian, umat Muslim dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa dihantui keraguan yang tidak perlu.***

Editor : Asep Suhendar
#puasa #sahur #Buya Yahya #ramadhan