RADAR BOGOR - Memasuki bulan suci Ramadhan tahun ini, berbagai pertanyaan seputar hukum puasa kembali ramai diperbincangkan di tengah masyarakat.
Mulai dari hal yang umum hingga yang terdengar tak biasa, semuanya muncul karena umat Islam ingin memastikan ibadah puasanya sah dan sempurna.
Salah satu pertanyaan yang kembali viral adalah: apakah buang angin (kentut) di dalam air saat berpuasa bisa membatalkan puasa?
Menurut Penjelasan Buya Yahya, pembahasan seperti ini memang kadang muncul dalam catatan kecil kitab fikih, tetapi bukan masalah pokok.
Sayangnya, hal-hal pinggiran justru sering membuat umat bingung, apalagi menjelang Ramadhan ketika banyak orang takut puasanya tidak sah.
Prinsip Penting Puasa yang Sering Dilupakan
Buya Yahya menegaskan bahwa dalam hukum puasa, yang membatalkan adalah masuknya sesuatu ke dalam tubuh melalui lubang terbuka secara sengaja.
Karena itu:
• Buang angin tidak membatalkan puasa
• Buang air kecil atau besar tidak membatalkan puasa
• Kentut di dalam air juga tidak otomatis membatalkan puasa
Puasa baru dianggap batal jika seseorang yakin benar ada sesuatu yang masuk ke dalam tubuh, bukan sekadar dugaan atau kekhawatiran.
“Kalau tidak ada yang masuk, ya tidak batal. Jangan mempersulit agama,” ujar Buya Yahya.
Bahaya Salah Paham Saat Ramadhan
Menjelang Ramadhan, tidak sedikit orang yang justru menjadi terlalu khawatir terhadap hal-hal kecil.
Buya Yahya mengingatkan bahwa pemahaman keliru bisa berdampak buruk, bahkan pada kesehatan.
Ia mencontohkan ada orang yang menahan buang air di siang hari karena takut puasanya batal.
Padahal, menahan buang air dapat menimbulkan sakit perut hingga gangguan kesehatan serius.
Agama Islam, tegasnya, tidak mengajarkan praktik yang menyiksa diri.
Dalam penjelasannya, Buya Yahya juga sempat melontarkan istilah humoris tentang “air ganas,” yakni kondisi ekstrem jika benar-benar ada cairan yang masuk secara kuat ke dalam tubuh.
Namun ia menegaskan bahwa kondisi seperti itu hampir tidak mungkin terjadi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di Indonesia yang airnya disebutnya “santun”.
Hal tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa umat tidak perlu panik menghadapi hal-hal yang sebenarnya tidak relevan.
Pesan Penting Menyambut Ramadhan Tahun Ini
Menjelang bulan suci tahun ini, Buya Yahya mengajak umat Islam untuk fokus pada esensi puasa:
• Menahan lapar dan dahaga
• Menjaga lisan dan perilaku
• Memperbanyak ibadah
• Mendekatkan diri kepada Allah
Bukan justru tenggelam dalam kekhawatiran terhadap hal-hal remeh yang tidak berdasar.
Memasuki Ramadhan tahun ini, pemahaman yang benar sangat penting agar umat dapat menjalani ibadah dengan tenang, khusyuk, dan penuh kebahagiaan.***
Editor : Eli Kustiyawati