Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Soroti Kasus Siswa SMP Meninggal di Tual Maluku, BEM Umbara Desak Pengusutan Hukum Transparan

Septi Nulawam Harahap • Minggu, 22 Februari 2026 | 16:12 WIB

Ilustrasi police line. BEM Umbara menyoroti meninggalnay pelajar SMP di Tual Maluku.
Ilustrasi police line. BEM Umbara menyoroti meninggalnay pelajar SMP di Tual Maluku.

RADAR BOGOR - Peristiwa siswa SMP berinisial AT (14) di Langgar, Kota Tual, yang meninggal dunia diduga menjadi korban penganiayaan oknum anggota Brimob Polda Maluku menuai sorotan publik.

Kasus ini juga menambah daftar panjang keterlibatan aparat kepolisian dalam perbuatan melanggar hukum di Indonesia hingga menuai sorotan BEM Umbara.

Presiden Mahasiswa BEM Umbara, Muhamad Afif Zaelani turut menyebut meninggalnya AT bukan insiden tunggal, melainkan bagian dari pola struktural yang terus berulang, terutama terhadap warga sipil dan kelompok rentan, termasuk anak di bawah umur.

"Negara melalui aparat penegak hukumnya, gagal menjalankan mandat konstitusional untuk melindungi hak hidup dan rasa aman warga negara," ujar Afif, Minggu, 22 Februari 2026.

Lebih jauh Afif menilai, tragedi ini menunjukkan kegagalan sistemik dalam tubuh kepolisian. Tidak hanya soal oknum di lapangan, tetapi menyangkut rantai komando, pembiaran, dan lemahnya pengawasan institusional di tingkat pusat.

Oleh karena itu, BEM Umbara mengecam keras tindakan kekerasan aparat Brimob yang menyebabkan hilangnya nyawa seorang anak, sebagai bentuk pelanggaran HAM.

Afif juga mendesak pengusutan hukum yang transparan, independen, dan akuntabel, bukan sekadar proses etik internal yang selama ini berujung impunitas.

"Menuntut pencopotan dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh rantai komando, bukan hanya pelaku lapangan, karena kejahatan struktural tidak lahir tanpa legitimasi kekuasaan," tutur Afif.

Selain itu, mahasiswa juga mendesak Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengevaluasi kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo karena kegagalan berulang Polri dalam mencegah kekerasan aparat menunjukkan krisis kepemimpinan dan kegagalan reformasi institusi.(cok)

Editor : Eka Rahmawati
#maluku #smp #BEM UMBARA #meninggal