RADAR BOGOR – Di tengah kabar terbitnya SKTP yang disambut gembira para pendidik, muncul informasi lain yang tak kalah mengejutkan, yakni program pertukaran guru internasional resmi dibuka.
Program ini bernama Indonesian-Korean Teacher Exchange (IKTE) 2026, sebuah kesempatan langka bagi guru Indonesia untuk mengajar sekaligus belajar budaya di Korea.
Dilansir dari kanal YouTube Zona Guru, pendaftaran dibuka sejak 2 Februari hingga 2 Maret 2026.
Program ini terbuka bagi guru SD, SMP, SMA, hingga SMK nonkejuruan dari puluhan provinsi di Indonesia.
Tidak semua guru dapat mengikuti program ini. Peserta harus memenuhi sejumlah persyaratan ketat, di antaranya:
• Usia 30–45 tahun
• Pengalaman mengajar minimal 5 tahun
• Mampu berbahasa Inggris aktif
• Memiliki prestasi atau keterampilan seni budaya
• Pernah mengikuti forum internasional menjadi nilai tambah
• Mendapat izin pimpinan sekolah
Selain itu, pelamar wajib melampirkan dokumen pendukung, seperti identitas diri, sertifikat prestasi, bukti keanggotaan komunitas guru, hingga skor TOEFL minimal 450 atau setara.
Program ini bukan sekadar perjalanan ke luar negeri. Peserta terpilih akan terlibat dalam pertukaran metode pembelajaran, pengenalan budaya, serta kerja sama pendidikan antarnegara.
Artinya, manfaatnya bukan hanya bagi guru, tetapi juga bagi sekolah dan siswa di Indonesia.
Program ini mencakup puluhan provinsi, dari Aceh hingga Papua. Pemerataan wilayah menjadi fokus utama agar kesempatan internasional tidak hanya dinikmati guru di kota besar, tetapi juga di daerah.
Kombinasi tiga kabar besar, terbitnya SKTP, peluang pencairan tunjangan dalam hitungan hari, dan pembukaan program internasional, menjadikan akhir Februari sebagai momen penting bagi dunia pendidikan.
Para guru diimbau untuk aktif memantau akun masing-masing serta saling berbagi informasi agar tidak ada kesempatan yang terlewat.
Dalam dunia pendidikan yang bergerak cepat, informasi yang datang lebih dulu dapat menentukan masa depan karier.***
Editor : Eli Kustiyawati