Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

ANTAM Perkuat Komitmen ESG Lewat Dukungan Pengembangan Carbon Project Pertanian

Eka Rahmawati • Minggu, 1 Maret 2026 | 22:12 WIB

Road to Seminar Nasional 2026 digelar Himpunan Alumni Tanah IPB (HATI).
Road to Seminar Nasional 2026 digelar Himpunan Alumni Tanah IPB (HATI).

RADAR BOGOR - PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) kembali menegaskan komitmennya dalam penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui partisipasi dalam kegiatan Road to Seminar Nasional 2026 bertema “Pengembangan Carbon Project di Sektor Pertanian” yang diinisiasi Himpunan Alumni Tanah IPB (HATI).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara ANTAM, Jejak.in, dan HATI sebagai penggagas forum akademik. Forum tersebut menjadi wadah diskusi lintas sektor yang menghadirkan akademisi, perencana pembangunan nasional, lembaga penelitian, pelaku pasar karbon internasional, serta pengembang proyek guna merumuskan arah pengembangan proyek karbon sektor pertanian yang kredibel, transparan, dan memberikan manfaat langsung bagi petani.

Baca Juga: Jemaah Umrah Diminta Tunda Keberangkatan Imbas Konflik di Timur Tengah, Kemenhaj Pastikan Persiapan Haji Tetap Berjalan

Sebagai perusahaan pertambangan yang terus mendorong upaya dekarbonisasi dan keberlanjutan operasional, ANTAM memandang pengembangan carbon project pertanian sebagai langkah strategis dalam mendukung transformasi menuju ekonomi rendah karbon sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah.

Java Region ER & CSR Subdivision Head PT ANTAM Tbk, Agustinus Toko Susetio, menyampaikan bahwa dukungan perusahaan terhadap forum ini selaras dengan roadmap ESG ANTAM yang menempatkan aspek keberlanjutan sebagai bagian utama strategi bisnis perusahaan.

Ia menjelaskan, melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), ANTAM secara konsisten berupaya meningkatkan ketahanan pangan sekaligus berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim di wilayah operasionalnya.

Baca Juga: Cara Mudah Cek Bansos dan Desil DTSEN Cukup Pakai NIK, Warga Bogor Segera Coba

Salah satu implementasi program tersebut adalah Program Garitan di Desa Kalong Liud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, yang mengembangkan praktik pertanian ramah lingkungan, pemanfaatan limbah organik, serta peningkatan kapasitas kelompok tani melalui pendekatan pembangunan berbasis masyarakat.

Kegiatan dibuka oleh Direktur Pengembangan Karier, Kewirausahaan, dan Hubungan Alumni IPB University, Puji Mudiana, yang hadir mewakili Rektor IPB University. Acara juga dihadiri Kepala Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan IPB University, Dyah Tjahyandari Suryaningtyas, yang menekankan pentingnya landasan ilmiah dalam pengembangan proyek karbon pertanian.

Sejumlah tokoh hadir sebagai keynote speaker dan narasumber, di antaranya Prayudi Syamsuri selaku Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Pangan sekaligus Wakil Ketua Umum DPP Himpunan Alumni IPB.

Baca Juga: Inisiatif Strategis ANTAM Perkuat Kesejahteran Sosial dan Ekonomi di Pongkor Bogor Melalui Program Cikal Tangkal

Turut hadir Direktur Pangan dan Pertanian Kementerian PPN/Bappenas Jarot Indarto, Direktur Kebijakan Lingkungan Hidup BRIN Ratih Damayanti, Country Director Wildlife Works Indonesia Erlinda Ekaputri, serta Group Lead Forestry and Nature-Based Solutions sekaligus Partner PT Hatfield Indonesia M. Nizar Zulkarnaen.

Selain itu, hadir pula Guru Besar Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan IPB University Prof. Dr. Suria Darma Tarigan, Dosen FEM IPB University Prof. Dr. A. Faroby Falatehan, serta Senior Wetland Specialist Imam Basuki.

Diskusi dipandu oleh Chief of Climate Solutions and Services Jejak.in, Haris Iskandar, yang mengarahkan pembahasan mengenai berbagai tantangan implementasi proyek karbon pertanian, mulai dari aspek additionality, permanence, biaya sistem MRV (Measurement, Reporting, and Verification), hingga pentingnya penguatan kelembagaan petani agar proyek memiliki kelayakan ekonomi serta daya saing global.

Baca Juga: Bansos Maret 2026 Dipastikan Cair Sebelum Lebaran, Ini Daftar Bantuan dari Pemerintah dan Jadwalnya

Para pembicara menilai proyek karbon di sektor pertanian memiliki peran penting dalam menjembatani target penurunan emisi nasional dengan agenda ketahanan pangan. Namun pelaksanaannya harus memenuhi prinsip tambahan manfaat lingkungan, keberlanjutan jangka panjang, sistem verifikasi yang kredibel, serta mekanisme distribusi manfaat yang adil agar dapat berkelanjutan secara sosial maupun ekonomi.

Melalui kolaborasi multipihak tersebut, ANTAM menegaskan bahwa komitmen keberlanjutan perusahaan tidak hanya berfokus pada aktivitas pertambangan, tetapi juga pada penguatan ekonomi masyarakat serta kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi rendah karbon di Indonesia.

Editor : Eka Rahmawati
#ESG #antam #pertanian