RADAR BOGOR - Sebanyak kurang lebih 850 ribu sopir ojek online (ojol) dan juga kurir, bakal mendapatkan bonus hari raya (BHR) Idulfitri tahun ini.
Pengumuman bonus hari raya Idulfitri untuk ojol dan kurir, disampaikan langsung Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Selasa, 3 Maret 2026.
Airlangga juga menyebut, bahwa, penyaluran bonus hari raya Idulfitri untuk para sopir ojol dan kurir, harus dilakukan paling lambat H-7 sebelum lebaran.
Untuk 850 ribu orang yang bakal menerima BHR itu, Airlangga menyebut, anggarannya mencapai Rp220 miliar.
Rinciannya, per orang bisa mendapatkan minimal Rp150 ribu, bagi sopir kendaraan roda dua.
Juga Rp200 ribu untuk sopir ojol dan kurir kendaraan roda empat.
"Itu angka minimal, jadi paling minim melihat kinerja dan juga masa kerja," jelas Airlangga.
Hitungan itu diperjelas oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli.
Menurut dia, bonus itu diberikan dengan hitungan 25 persen dikalikan dengan rata-rata pendapatan bersih para sopir selama 12 bulan terakhir.
Dia juga meminta tiap perusahaan untuk transparan dalam hitung-hitungan tersebut.
Tapi, kata dia, pemberian BHR itu juga hanya diberikan pada sopir yang sudah resmi terdaftar pada 12 bulan kebelakang.
Sementara itu, Direktur Utama/CEO GoTo Hans Patuwo menjelaskan, anggaran untuk bonus hari raya tahun ini, meningkat dibandingkan tahun lalu.
Jika anggaran tahun lalu hanya Rp50 miliar, untuk tahun ini, dirinya telah mengalokasikan sebesar Rp110 miliar.
Makanya, kata dia, para sopir ojol dan kurir mitra mereka, minimal mendapatkan bonus hari raya Idulfitri tahun ini Rp150 ribu hingga Rp900 ribu.