Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Cadangan BBM Nasional Capai 23 Hari, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia: Pemerintah Segera Bangun Storage Baru

Lucky Lukman Nul Hakim • Kamis, 5 Maret 2026 | 10:54 WIB

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia memberikan keterangan kepada wartawan soal stok BBM.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia memberikan keterangan kepada wartawan soal stok BBM.

RADAR BOGOR - Pemerintah memastikan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional berada di atas batas minimum standar.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyebut, kapasitas stok saat ini telah mencapai 23 hari, sekaligus menegaskan perlunya pembangunan fasilitas penyimpanan (storage) baru agar ketahanan energi nasional bisa diperpanjang hingga tiga bulan.

Bahlil menyampaikan, daya tampung cadangan BBM Indonesia sejak lama memang terbatas.

Hal tersebut disampaikan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu 4 Maret 2026.

Bahlil menjelaskan, kapasitas maksimal penyimpanan BBM nasional hanya mampu menampung kebutuhan hingga sekitar 25 hari.

Karena itu, cadangan operasional nasional selama ini berada di kisaran 20 hingga 23 hari.

Ia mengungkapkan, posisi cadangan BBM saat ini telah mencapai 23 hari, sehingga sudah melampaui standar minimal yang lazim diterapkan secara nasional.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah menilai stok energi dalam keadaan aman dan terkendali.

Meski demikian, Bahlil menekankan, keterbatasan utama Indonesia bukan terletak pada ketersediaan pasokan minyak untuk diolah atau diimpor, melainkan pada kapasitas penyimpanan.

Ia menilai, tidak realistis jika publik mengharapkan cadangan hingga 60 hari tanpa didukung fasilitas storage yang memadai.

Menurutnya, pemerintah saat ini belum memiliki infrastruktur penyimpanan yang cukup besar untuk menampung cadangan dalam jumlah lebih panjang.

Karena itu, sambung Bahlil, arahan Presiden Prabowo Subianto adalah mempercepat pembangunan storage baru guna memperkuat ketahanan energi nasional.

Bahlil menambahkan, pembangunan fasilitas penyimpanan menjadi langkah strategis agar cadangan BBM Indonesia dapat ditingkatkan hingga mencapai tiga bulan.

Ia juga mengingatkan, agar persoalan keterbatasan storage tidak dijadikan ajang saling menyalahkan, melainkan menjadi momentum pembenahan sistem ketahanan energi secara menyeluruh.

"Tidak usah kita saling menyalahkan siapa-siapa," jelas Bahlil kepada wartawan.

Dengan rencana pembangunan storage tersebut, pemerintah berharap cadangan energi nasional akan semakin kuat dan mampu menghadapi potensi gangguan pasokan global di masa mendatang. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#menteri esdm #bbm #bahlil lahadalia