RADAR BOGOR - Pemerintah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional tetap terjamin meskipun ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkat dan berdampak pada penutupan jalur pelayaran Selat Hormuz.
Selama ini sekitar 20 hingga 25 persen kebutuhan impor minyak mentah Indonesia berasal dari kawasan Timur Tengah. Untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi, pemerintah telah melakukan diversifikasi sumber pasokan dengan menambah impor dari wilayah lain seperti Afrika, Australia, Amerika Serikat, dan sejumlah negara alternatif lainnya.
Langkah tersebut dilakukan agar suplai minyak mentah bagi operasional kilang domestik tetap stabil.
Baca Juga: Musim Kemarau Diperkirakan Mulai April, BMKG: Datang Lebih Awal, Puncaknya Agustus 2026
Sementara itu, impor BBM Indonesia tidak bergantung pada kawasan Timur Tengah. Kebutuhan bensin dengan spesifikasi RON 90, RON 92, RON 95, hingga RON 98 dipasok dari negara-negara Asia Tenggara sehingga tidak terdampak langsung oleh situasi di Selat Hormuz.
Untuk jenis BBM solar, pemerintah menyatakan Indonesia kini telah mampu memenuhi seluruh kebutuhan dari produksi kilang dalam negeri tanpa harus melakukan impor.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pemerintah telah mengalihkan jalur pasokan minyak mentah ke negara-negara yang tidak melewati Selat Hormuz.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan Tidak Ada Kenaikan Harga BBM Subsidi, Menteri ESDM: Stok Aman
Ia juga menegaskan bahwa impor bensin berasal dari kawasan Asia Tenggara, bukan dari Timur Tengah.
"Kita sudah mengalihkan sumber pasokan ke Amerika atau ke daerah negara-negara yang tidak melalui Selat Hormuz, sementara menyangkut BBM, yang kita impor bensin dan itu dari Asia Tenggara, tidak ada dari Timur Tengah," ujar Bahlil di Jakarta dalam keterangannya.
Cadangan BBM nasional saat ini berada pada level aman dengan ketahanan stok mencapai sekitar 23 hari konsumsi.
Baca Juga: Jelang Lebaran 2026, Pemerintah Jamin Stok Pangan, BBM, dan LPG Aman
Pemerintah secara rutin menambah pasokan baik melalui produksi domestik maupun pengadaan luar negeri sebelum cadangan turun di bawah ambang batas aman 21 hari. Dengan demikian, isu yang menyebut stok BBM akan habis dalam waktu dekat dipastikan tidak benar.
Pemerintah juga memastikan masyarakat dapat menjalani perayaan Idulfitri dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan energi. Selain BBM, stok LPG juga dipastikan mencukupi kebutuhan selama periode hari besar keagamaan tersebut.
Di sisi kebijakan harga, pemerintah menegaskan tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi meskipun harga minyak dunia mengalami fluktuasi akibat dinamika global.
Untuk memperkuat ketahanan energi jangka panjang, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan peningkatan cadangan strategis BBM hingga setara tiga bulan kebutuhan nasional.
Saat ini pemerintah tengah menyiapkan pembangunan fasilitas penyimpanan tambahan, dengan wilayah Sumatra menjadi salah satu lokasi yang dipertimbangkan sebagai opsi utama.
Editor : Eka Rahmawati