Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Presiden Prabowo Subianto Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Pemimpin Iran, Tokoh Islam Beri Apresiasi 

Yosep Awaludin • Jumat, 6 Maret 2026 | 08:20 WIB

Ketua Dewan Penasihat ICMI, Jimly Asshiddiqie memberikan apresiasi terhadap sikap Presiden Prabowo Subianto.
Ketua Dewan Penasihat ICMI, Jimly Asshiddiqie memberikan apresiasi terhadap sikap Presiden Prabowo Subianto.

RADAR BOGOR – Sejumlah tokoh dan ulama di Indonesia memberikan apresiasi terhadap langkah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang menyampaikan ucapan belasungkawa atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini.

Sikap Presiden Prabowo Subianto itu dinilai mencerminkan empati kemanusiaan sekaligus kepedulian Indonesia terhadap dinamika geopolitik internasional, khususnya yang berkaitan dengan dunia Islam.

Apresiasi itu disampaikan sejumlah tokoh Islam menjelang dan setelah menghadiri acara buka puasa bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Kamis 5 Maret 2026.

Baca Juga: BIIFEST Meriahkan CGM Bogor Street Festival 2026, Tampilkan Marawis, Hadroh dan Qasidah dalam Harmoni Keberagaman

Salah satu tokoh yang menyampaikan pandangannya adalah Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie.

Ia menilai langkah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan duka cita kepada pemerintah dan masyarakat Iran merupakan sikap yang tepat.

Menurut Jimly, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk menunjukkan solidaritas ketika terjadi peristiwa tragis di negara lain.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Jawa Barat 6 Maret 2026: Hujan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah, Waspada Angin Kencang

“Presiden sudah menyampaikan rasa duka kepada rakyat Iran. Menurut saya itu langkah yang tepat. Indonesia sebagai negara dengan mayoritas Muslim, yang berlandaskan Pancasila dan nilai kemanusiaan, tentu tidak bisa menerima tindakan kekerasan yang tidak beradab,” ujar Jimly.

Ia juga menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk memainkan peran lebih strategis dalam meredakan konflik di dunia Islam.

Dengan posisi sebagai negara Muslim terbesar di luar kawasan Timur Tengah, Indonesia dinilai dapat menjadi jembatan diplomasi bagi negara-negara yang tengah mengalami ketegangan.

Baca Juga: Alhmdulillah Jumat Berkah, Bansos BPNT Rp600 Ribu Cair Serentak Hari Ini, Cek Saldo KKS BNI Sekarang

Pandangan serupa disampaikan Ketua Umum Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya.

Ia menilai penyampaian belasungkawa merupakan sikap yang wajar dan manusiawi ketika terjadi peristiwa duka di tingkat internasional.

Namun menurutnya, yang lebih penting adalah bagaimana seluruh pihak berupaya menghentikan konflik bersenjata yang terus berlangsung.

“Kita harus berjuang sekuat tenaga untuk menciptakan perdamaian. Perang harus dihentikan sekarang juga. Tidak ada pilihan lain, karena jika konflik terus berlanjut, dampaknya akan merugikan semua pihak,” kata Gus Yahya.

Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan berbagai forum internasional yang dimiliki Indonesia untuk mendorong terciptanya perdamaian global.

Baca Juga: Catat Jadwalnya, Arus Lalu Lintas Tol Saat Mudik Lebaran 2026 Berlaku Ganjil Genap, One Way, dan Contra Flow di Sejumlah Ruas Ini

Salah satunya melalui keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) yang digagas oleh Amerika Serikat.

“Segala peluang yang kita miliki harus dimanfaatkan untuk mendorong perdamaian. Jika ada forum atau mekanisme yang bisa digunakan, maka itu perlu kita optimalkan,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Rabu 4 Maret 2026, Presiden Prabowo Subianto mengirimkan surat resmi berisi ucapan belasungkawa kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran yang dilaporkan meninggal dunia akibat serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Baca Juga: Cara Cek Bansos PKH dan BPNT 2026 Masih Cair atau Tidak Lewat HP, Cukup Pakai NIK KTP di Situs Resmi Ini

Surat tersebut disampaikan melalui Menteri Luar Negeri Sugiono kepada Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi di Jakarta.

Langkah diplomatik itu menjadi bentuk empati pemerintah Indonesia terhadap pemerintah dan rakyat Iran atas kehilangan tokoh penting yang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan politik dan sosial negara tersebut.

Selain itu, sikap tersebut juga menunjukkan komitmen Indonesia untuk terus menjaga hubungan persahabatan serta memperkuat kerja sama bilateral dengan Iran di berbagai bidang. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#iran #Tokoh #prabowo subianto