RADAR BOGOR – Kemampuan komunikasi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendapat pujian dari penceramah Muhammad Subki Al-Bughury.
Ia menilai cara Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangan dalam forum bersama para ulama berlangsung jelas, menarik, dan penuh substansi.
Hal tersebut disampaikan Ustaz Subki setelah menghadiri acara silaturahmi Presiden RI Prabowo Subianto dengan para kiai, ulama, serta tokoh organisasi kemasyarakatan Islam yang digelar di Istana Merdeka, Kamis 5 Maret 2026.
Baca Juga: Siap-siap Cek Rekening, Kabar Gembira THR Pensiunan 2026 Cair Mulai 5 Maret, Cek Komponennya di Sini
Menurut Subki, dalam pertemuan tersebut Presiden Prabowo Subianto memaparkan berbagai pandangan mengenai isu nasional hingga perkembangan situasi global secara panjang dan komprehensif.
“Saya melihat kemampuan public speaking beliau sangat luar biasa. Penjelasannya panjang, tapi tetap menarik dan mudah diikuti,” ujar Ustaz Subki.
Ia menjelaskan, dalam forum tersebut para ulama dan tokoh masyarakat lebih banyak menyimak penjelasan Presiden mengenai berbagai persoalan yang sedang dihadapi bangsa maupun perkembangan dunia internasional.
Baca Juga: THR Wajib Cair H-7 Lebaran, Ojol Juga Dapat Bonus, Pemerintah Siapkan Rp55 Triliun
Situasi itu menurutnya terasa unik, karena biasanya para penceramah yang berada di forum justru menjadi pihak yang berbicara di depan publik.
“Biasanya kami yang berdiri menyampaikan ceramah. Tapi dalam pertemuan ini justru kami yang lebih banyak mendengarkan penjelasan beliau,” kata Subki.
Sepanjang pemaparan tersebut, ia menilai Presiden Prabowo Subianto mampu menyampaikan berbagai topik secara runtut dan mudah dipahami sehingga para tamu undangan yang terdiri dari kiai serta pimpinan pondok pesantren dapat mengikuti diskusi dengan antusias.
Baca Juga: Data Terbaru TKA SD dan MI 2026, Jawa Barat Peserta Paling Banyak
Acara silaturahmi itu sendiri berlangsung cukup lama, sekitar empat jam. Meski demikian, suasana diskusi tetap terasa hidup hingga akhir acara.
“Pembahasannya sangat menarik. Bahkan kalau sampai waktu sahur pun rasanya kami masih kuat untuk terus mendengarkan, hanya saja kami harus kembali karena ada program siaran langsung yang harus dijalankan,” ungkapnya.
Ustaz Subki juga menilai pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat komunikasi antara pemerintah dan para pemimpin umat Islam dari berbagai daerah.
Menurutnya, kehadiran para kiai, ulama, serta tokoh organisasi kemasyarakatan Islam menunjukkan kepedulian bersama terhadap kondisi bangsa sekaligus dinamika yang terjadi di dunia Islam.
Ia menambahkan, dalam pertemuan itu juga tersirat pesan agar masyarakat tetap menjaga persatuan serta tidak terburu-buru memicu perdebatan atas setiap kebijakan yang diambil pemerintah.
“Para tokoh yang hadir tentu memiliki kepedulian terhadap kondisi negara dan perkembangan dunia Islam. Dari yang saya tangkap, ada pesan agar kita tidak langsung memperkeruh suasana terhadap setiap keputusan yang diambil pemerintah,” tutupnya. (***)
Editor : Yosep Awaludin