Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Program Makan Bergizi Gratis Bawa Dampak Positif di OKI, Bidan Sebut Kesehatan Ibu Hamil dan Balita Meningkat

Yosep Awaludin • Jumat, 6 Maret 2026 | 13:00 WIB

Para ibu di wilayah Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan yang merasakan manfaat dari program Makan Bergizi Gratis.
Para ibu di wilayah Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan yang merasakan manfaat dari program Makan Bergizi Gratis.

RADAR BOGOR – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menunjukkan dampak positif bagi kesehatan masyarakat, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di wilayah Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Tenaga kesehatan setempat menilai program Makan Bergizi Gratis ini membantu memperbaiki kondisi gizi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk rutin memantau kesehatan di posyandu.

Bidan Kelurahan Kayu Agung, Elbano Perli, mengatakan sejak program Makan Bergizi Gratis berjalan, perkembangan kesehatan penerima manfaat di posyandu terlihat semakin baik.

Baca Juga: Rekap TKA SD dan MI 2026 di Jawa Barat: Kabupaten Bogor Punya Peserta Terbanyak, Kota Bogor yang Daftar 38.086 Siswa

“Selama saya bertugas di sini, perkembangannya cukup terasa sejak program ini berjalan. Balita, ibu hamil, dan ibu menyusui mulai menunjukkan peningkatan kondisi kesehatan," katanya

"Berat badan anak-anak bertambah, ibu hamil juga dalam kondisi sehat, dan kualitas ASI pada ibu menyusui semakin baik,” ujarnya saat kegiatan pembagian MBG Ramadhan di Posyandu Teratai 2, Kamis 5 Maret 2026.

Menurutnya, pemantauan kesehatan di wilayah tersebut dilakukan secara rutin setiap bulan melalui kegiatan posyandu.

Baca Juga: Dhawafest 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema UMKM Berkelas Menuju Indonesia Emas

Pemeriksaan meliputi penimbangan berat badan balita, pemantauan tumbuh kembang anak, hingga pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil.

Ia juga menyebutkan bahwa hingga saat ini kondisi gizi masyarakat di wilayah tersebut relatif baik. “Untuk kasus gizi kurang di wilayah kelurahan kami, sejauh ini tidak ditemukan,” jelasnya.

Hal serupa disampaikan kader Posyandu Teratai 2, Lilis Riyani. Ia mengatakan program MBG tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga meningkatkan partisipasi masyarakat untuk datang ke posyandu.

Baca Juga: Siap-siap Cek Rekening, Kabar Gembira THR Pensiunan 2026 Cair Mulai 5 Maret, Cek Komponennya di Sini

“Semenjak ada MBG, ibu-ibu yang sedang hamil, menyusui, maupun yang memiliki balita semakin aktif datang ke posyandu. Mereka rutin mengikuti penimbangan dan pemeriksaan kesehatan,” ujarnya.

Menurut Lilis, perubahan tersebut juga terlihat dari peningkatan berat badan anak-anak balita serta kondisi kesehatan ibu hamil dan ibu menyusui.

“Secara umum berat badan mereka mengalami peningkatan. Anak-anak balita juga terlihat lebih sehat,” tambahnya.

Manfaat program MBG juga dirasakan langsung oleh para penerima. Salah satunya Oktavandari, seorang ibu hamil yang mendapatkan bantuan makanan bergizi dari Posyandu Teratai 2.

Ia mengaku telah menerima MBG sejak awal kehamilan dan merasakan dampak positif terhadap kesehatannya.

Baca Juga: THR Wajib Cair H-7 Lebaran, Ojol Juga Dapat Bonus, Pemerintah Siapkan Rp55 Triliun

“Sejak awal hamil saya mendapatkan MBG. Alhamdulillah kondisi janin saya baik, berat badan juga bertambah dan sampai sekarang kesehatan saya tetap terjaga,” tuturnya.

Ia juga menilai makanan yang diberikan dalam program tersebut cukup lengkap dan memenuhi kebutuhan gizi. “Makanannya enak, porsinya cukup, dan tentu bergizi,” katanya.

Dengan berbagai manfaat yang mulai dirasakan masyarakat, program Makan Bergizi Gratis (MBG) diharapkan terus berjalan secara berkelanjutan untuk mendukung peningkatan kesehatan ibu dan anak di berbagai daerah di Indonesia. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#sumatera selatan #Makan Bergizi Gratis #dampak positif