Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Masyarakat Diminta Tak Ragu Imunisasi Campak, Pemerintah Pastikan Stok Cukup, Vaksin Sangat Aman

Eka Rahmawati • Sabtu, 7 Maret 2026 | 07:31 WIB

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau orang tua agar tidak ragu membawa anaknya mengikuti vaksinasi campak.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau orang tua agar tidak ragu membawa anaknya mengikuti vaksinasi campak.

RADAR BOGORKementerian Kesehatan Republik Indonesia mengimbau para orang tua agar tidak ragu membawa anak mengikuti imunisasi campak. Selain karena ketersediaan vaksin yang mencukupi, vaksin tersebut juga telah melalui proses pengujian sehingga dinyatakan aman untuk digunakan.

Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Rizka Andalusia, menjelaskan bahwa saat ini stok vaksin Measles Rubella (MR) vaccine yang digunakan dalam program imunisasi nasional mencapai sekitar 9,5 juta dosis di gudang pusat.

Selain itu, sekitar 6,6 juta dosis vaksin MR juga telah didistribusikan ke berbagai daerah, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota serta fasilitas kesehatan seperti puskesmas. Namun, ketersediaan vaksin di setiap wilayah memiliki tingkat ketahanan yang berbeda.

Baca Juga: Anak di Bawah Usia 16 Tahun Dilarang Punya Medsos, Komdigi: Berlaku Mulai 28 Maret 2026

Sebanyak 23 provinsi tercatat memiliki persediaan vaksin yang cukup untuk dua hingga lima bulan ke depan. Sementara itu, sembilan provinsi memiliki stok yang diperkirakan cukup selama lima hingga tujuh bulan, dan enam provinsi lainnya bahkan memiliki cadangan vaksin lebih dari tujuh bulan.

“Dengan kondisi tersebut, seluruh provinsi saat ini dipastikan memiliki stok vaksin minimal untuk dua bulan. Kami juga terus melakukan distribusi tambahan dari pusat, terutama bagi daerah yang persediaannya mulai menurun agar tidak ada wilayah dengan stok di bawah batas tersebut,” kata Rizka dalam konferensi pers pada Jumat, 6 Maret 2026.

Rizka juga menekankan agar masyarakat tidak perlu khawatir mengenai keamanan vaksin. Ia menjelaskan bahwa vaksin MR yang digunakan pemerintah telah melalui serangkaian evaluasi terkait mutu, keamanan, serta efektivitasnya sebelum memperoleh izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Baca Juga: Musim Kemarau Diperkirakan Mulai April, BMKG: Datang Lebih Awal, Puncaknya Agustus 2026

Karena itu, menurutnya, manfaat dan keamanan vaksin tersebut telah terjamin dan diharapkan dapat membantu menekan penyebaran penyakit campak di Indonesia.

“Vaksin yang digunakan dalam program imunisasi nasional telah melalui kajian menyeluruh oleh Kementerian Kesehatan bersama Komite Imunisasi Nasional, sehingga masyarakat tidak perlu merasa khawatir,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa vaksin MR terbukti memiliki tingkat efektivitas yang tinggi dalam mencegah penularan campak. Berdasarkan hasil uji klinis, vaksin tersebut menunjukkan efikasi yang baik dengan tingkat seropositivitas antibodi measles IgG mencapai 96,43 persen.

Baca Juga: Pemerintah Jamin Cadangan BBM Aman di Tengah Dinamika Global, Menteri ESDM Pastikan Pasokan Terjaga

Selain uji klinis, pemerintah juga melakukan pemantauan pascapemasaran untuk menilai efektivitas vaksin setelah digunakan secara luas di masyarakat. Hasilnya menunjukkan bahwa pemberian vaksin MR mampu meningkatkan tingkat seropositivitas antibodi measles dari 10,41 persen menjadi 80,21 persen pada penerima vaksin.

“Artinya, pemberian vaksin ini mampu meningkatkan pembentukan antibodi secara signifikan pada anak-anak yang telah diimunisasi,” jelas Rizka.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa setelah menerima vaksin, sebagian anak mungkin mengalami reaksi ringan seperti demam, ruam pada kulit, atau rasa nyeri di area suntikan. Kondisi tersebut terkadang membuat sebagian orang tua merasa ragu untuk membawa anak mereka mengikuti imunisasi campak.

Baca Juga: Pemerintah Pastikan Tidak Ada Kenaikan Harga BBM Subsidi, Menteri ESDM: Stok Aman

Meski demikian, Rizka menegaskan bahwa reaksi tersebut merupakan hal yang wajar karena menandakan tubuh sedang membangun sistem kekebalan terhadap penyakit. Efek samping tersebut juga umumnya bersifat ringan dan akan hilang dengan sendirinya dalam waktu sekitar 24 jam.

Ia juga menambahkan bahwa pada pemberian dosis kedua, kemungkinan munculnya reaksi tersebut biasanya lebih kecil dibandingkan dosis pertama.

“Kami berharap bahwa para orang tua tidak segan dan merasa yakin untuk membawa putra-putrinya ikut program vaksinasi,” tutup Rizka.

Editor : Eka Rahmawati
#imunisasi #vaksin #campak