RADAR BOGOR - Di tengah persiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri 2026, sebuah fenomena menarik terjadi di wilayah Jawa Tengah.
Bukan hanya pegawai kantoran yang mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR), tetapi warga desa pun turut merasakannya langsung dari kas desa mereka sendiri.
“Cerita inspiratif yang wajib menjadi contoh bagi daerah lain yaitu fenomena unik dari THR yang dibagikan di desa-desa Jawa Tengah,” ucap narator dalam kanal YouTube Info Bansos.
Inovasi ini menunjukkan bagaimana pengelolaan dana desa yang mandiri dapat berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
Berikut adalah rincian tiga desa di Jawa Tengah yang memberikan THR kepada warganya:
1. Desa Bonyokan, Klaten
Desa ini membagikan THR sebesar Rp150.000 per keluarga. Bantuan ini disalurkan kepada sedikitnya 1.122 keluarga yang tercatat sebagai penduduk desa setempat.
Baca Juga: Rekomendasi 3 Cara Hilangkan Flek Hitam di Wajah Ala dr Richard Lee: Lebaran Auto Tampil Glowing
2. Desa Berjo, Karanganyar
Memiliki nominal yang lebih besar, Desa Berjo mengalokasikan THR senilai Rp500.000 per keluarga.
Dana ini dibagikan kepada 1.446 keluarga untuk membantu meringankan beban kebutuhan menjelang Lebaran.
3. Desa Wunut, Klaten
Desa Wunut menjadi sorotan karena sistem pembagiannya yang dihitung per kepala, bukan per keluarga.
Setiap warga mendapatkan Rp250.000 per jiwa. Sebagai gambaran, jika dalam satu rumah terdapat sebuah keluarga dengan 5 anggota, mereka bisa menerima total mencapai Rp1,25 juta.
Dari Mana Sumber Dananya?
Hal yang paling membanggakan adalah dana THR ini tidak mengandalkan bantuan pemerintah pusat, melainkan bersumber dari Pendapatan Asli Desa (PAD) dan keuntungan BUMDes.
Salah satu contoh suksesnya adalah Desa Wunut, di mana dana tersebut berasal dari hasil pengelolaan wisata Umbul Pelem.
Pendapatan dari objek wisata ini dikabarkan telah mencapai miliaran rupiah, yang kemudian dikembalikan manfaatnya secara nyata kepada seluruh warga desa.***
Editor : Asep Suhendar