Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

BMKG Rilis Prakiraan Gelombang Laut 8 hingga 14 Maret 2026, Sejumlah Perairan Indonesia Berpotensi Gelombang Sedang

Siti Dewi Yanti • Sabtu, 7 Maret 2026 | 21:07 WIB

ILUSTRASI: BMKG mengimbau waspada gelombang laut.
ILUSTRASI: BMKG mengimbau waspada gelombang laut.

RADAR BOGOR - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok merilis prakiraan tinggi gelombang laut di wilayah perairan Indonesia untuk periode 8 hingga 14 Maret 2026.

Sejumlah perairan diprediksi mengalami gelombang dengan kategori sedang yang berpotensi memengaruhi aktivitas pelayaran dan nelayan.

Berdasarkan laporan prakiraan tinggi gelombang harian BMKG yang diperbarui pada 7 Maret 2026 pukul 18.50 WIB, kondisi perairan di berbagai wilayah Indonesia diperkirakan didominasi gelombang kategori sedang dalam sepekan ke depan.

Dalam laporan BMKG yang diterima Radar Bogor menjelaskan, informasi tersebut merupakan gambaran umum kondisi laut di wilayah Indonesia.

Untuk memperoleh informasi cuaca maritim yang lebih rinci dan terkini di wilayah perairan tertentu, masyarakat disarankan menghubungi kantor BMKG terdekat.

Pada 8 Maret 2026, gelombang kategori sedang diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah seperti perairan barat Bengkulu.

Perairan barat Lampung, Samudra Hindia bagian barat Mentawai hingga Lampung, Selat Sunda bagian selatan, serta Laut Natuna Utara.

Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di perairan utara Kepulauan Natuna, perairan utara Jawa Tengah, perairan selatan Banten hingga Kupang.

Laut Sawu, Laut Jawa, hingga Laut Bali dan Laut Sumbawa.

Selain itu, wilayah lain yang berpotensi mengalami gelombang sedang meliputi perairan Kepulauan Takabonerate, Kepulauan Selayar.

Laut Flores, Laut Banda, serta Samudra Hindia selatan Banten hingga Nusa Tenggara Timur.

Gelombang dengan kategori serupa juga diprediksi terjadi di Laut Arafuru, Selat Makassar bagian selatan.

Laut Maluku bagian utara, hingga Samudra Pasifik utara Halmahera sampai Jayapura.

BMKG juga mengingatkan adanya potensi hujan di sejumlah wilayah perairan seperti perairan barat Bengkulu hingga Lampung, Selat Sunda.

Laut Jawa, perairan utara Banten hingga Jawa Timur, Selat Makassar, Laut Sumbawa, serta beberapa wilayah di Laut Banda, Laut Arafuru, hingga perairan Jayapura dan Sarmi.

Menurut BMKG, keberadaan awan gelap jenis cumulonimbus di wilayah tersebut berpotensi memicu angin kencang yang dapat meningkatkan tinggi gelombang laut.

Kondisi gelombang dengan kategori sedang juga diperkirakan masih berlanjut pada 9 hingga 11 Maret 2026 di wilayah yang relatif sama, termasuk perairan barat Bengkulu, perairan barat Lampung.

Samudra Hindia barat Mentawai hingga Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Laut Natuna Utara, Laut Jawa, Laut Bali.

Laut Flores, Laut Banda, serta Samudra Hindia selatan Banten hingga Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu, sejumlah wilayah lain seperti Laut Arafuru, Selat Makassar bagian selatan, Laut Maluku bagian utara, hingga Samudra Pasifik utara Halmahera sampai Jayapura juga diprediksi mengalami kondisi gelombang yang serupa.

Memasuki 12 hingga 14 Maret 2026, pola gelombang sedang diperkirakan masih mendominasi di banyak wilayah perairan Indonesia.

Selain wilayah yang telah disebutkan sebelumnya, potensi gelombang sedang juga diprediksi terjadi di perairan Kepulauan Anambas.

Laut Sulawesi bagian tengah, Teluk Bone, serta perairan utara Biak.

BMKG mengimbau para nelayan, operator kapal, dan masyarakat yang beraktivitas di laut untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca maritim. 

Selain itu, meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan perubahan kondisi cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba. (*)

Editor : Siti Dewi Yanti
#lampung #bogor #gelombang laut #bmkg