RADAR BOGOR - Hati-hati bagi kalian yang suka dengan lari, hingga mengikuti event-event lari marathon, jika tidak ingin alami gangguan irama jantung atau aritmia.
Peringatan gangguan irama jantung atau aritmia untuk yang suka lari marathon disampaikan guru besar kardiologi Universitas Indonesia, Prof Dr dr Yoga Yuniadi, SpJP (K).
Kata dia, gangguan jantung dengan spesifik aritmia umum terjadi, dan lebih banyak dialami oleh orang yang olahraga dengan intensitas tinggi. Salah satunya lari marathon.
Aritmia, atau Atrial Fibrillation, lanjut dia, adalah gangguan irama jantung dengan irisan Atrial Myopathy.
Yaitu sebuah gangguan yang mengubah struktur serambi jantung, sehingga membuat adanya gangguan kelistrikan pada jantung.
Dampak berikutnya, kata dia, adanya gangguan aritmia atau gangguan irama jantung.
Menurut dr Yoga, ini menjadi salah satu faktor stroke.
Namun, masyarakat juga tidak bisa menjadikan sebagai agar tidak berolahraga atau berhenti marathon.
Dia mengimbau, untuk tidak memforsir olahraga terlalu keras.
"Harus ada jeda, recovery, waktu istirahat untuk jantung yang cukup, biar jantung recover setelah berolahraga dengan intensitas tinggi, itu kuncinya" tegas dia.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga