Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Ekspor Perdana 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi Dipuji Akademisi, Dinilai Bukti Swasembada Pangan Indonesia

Yosep Awaludin • Senin, 9 Maret 2026 | 14:07 WIB

Ekspor beras 2.280 ton dari Indonesia ke Arab Saudi
Ekspor beras 2.280 ton dari Indonesia ke Arab Saudi

RADAR BOGOR – Keberhasilan Indonesia mengekspor beras sebanyak 2.280 ton ke Arab Saudi mendapat apresiasi dari kalangan akademisi.

Langkah tersebut dinilai menjadi sinyal kuat bahwa produksi beras nasional kini telah mencapai tingkat swasembada yang stabil dan berkelanjutan.

Rektor Perbanas Institute, Hermanto Siregar, menilai ekspor tersebut mencerminkan peningkatan signifikan dalam produksi beras nasional selama periode 2025 hingga awal 2026.

Baca Juga: BIIFest ICMI dan LASQI NJ Bogor Meriahkan Santunan Yatim dan Buka Puasa Bersama Syarikat Islam di Balaikota

Menurutnya, lonjakan produksi tersebut bahkan menghasilkan surplus beras yang sangat besar, diperkirakan mencapai sekitar 17 juta ton, yang disebut sebagai salah satu yang terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

Hermanto menjelaskan, kondisi tersebut turut diperkuat dengan cadangan beras pemerintah yang kini mencapai sekitar 4,2 juta ton, sehingga posisi ketahanan pangan nasional dinilai semakin kuat.

Ia menilai dengan produksi yang melimpah serta stok nasional yang terjaga, Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mulai memperluas perannya dalam perdagangan pangan global melalui ekspor.

Baca Juga: AEON MALL Sentul City Hadirkan Royal Raya, Program Ramadhan 2026 dengan Hiburan Islami, Bagi Takjil hingga Late Night Sale

“Produksi beras nasional menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Swasembada tahun ini bisa dibilang yang paling kuat dalam sejarah, dan cadangan beras pemerintah juga berada pada level yang sangat aman,” ujar Hermanto dalam keterangannya, Kamis 5 Februari 2026.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan swasembada dan ekspor beras harus diiringi dengan peningkatan kesejahteraan petani sebagai pelaku utama sektor pertanian.

Menurutnya, keberhasilan produksi tidak boleh hanya berhenti pada angka statistik atau capaian makro ekonomi, tetapi harus memberi manfaat langsung bagi para petani.

Baca Juga: Muskomac I Pemuda Katolik Bogor Barat, Ludgerus Manik Resmi Terpilih Jadi Ketua

“Hal yang paling penting adalah memastikan hasil dari peningkatan produksi ini benar-benar kembali kepada petani. Artinya, harus ada dampak nyata terhadap pendapatan dan kesejahteraan mereka,” tegasnya.

Ia berharap momentum ekspor beras ini dapat dijaga melalui kebijakan yang konsisten, sistem distribusi yang kuat, serta pengelolaan stok yang baik agar swasembada beras Indonesia tetap berkelanjutan.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh pengamat pertanian dari IPB University, Prima Gandhi.

Ia mengapresiasi langkah pemerintah melakukan ekspor beras perdana pada 2026 di tengah dinamika geopolitik global, termasuk ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Menurutnya, ekspor tersebut menjadi catatan penting dalam perjalanan Indonesia menuju kemandirian pangan yang lebih kuat.

Baca Juga: 13 Armada Bus Ditambah dalam Program Mudik Gratis dari Pemkab Bogor, Ayo Jangan Kehabisan

Ia juga menilai keberhasilan ini menunjukkan bahwa program peningkatan produksi pertanian yang dijalankan pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan hasil nyata.

“Ekspor ini menjadi indikator bahwa swasembada beras Indonesia bukan hanya bersifat sementara, tetapi terus berlanjut secara konsisten dan produktif,” ujarnya.

Prima menambahkan, ekspor beras memiliki nilai strategis yang tinggi karena tidak hanya berkaitan dengan ketahanan pangan, tetapi juga berpengaruh terhadap keseimbangan perdagangan nasional.

Baca Juga: Kolaborasi dengan Alumni Gontor, Ratusan Siswa Birrul Waalidain Bogor Ikuti Sanlat Ramadhan

Dengan peningkatan produksi yang signifikan dan pengelolaan stok yang semakin baik, Indonesia dinilai mampu mencatat cadangan beras nasional terbesar sepanjang sejarah.

“Produksi beras kita melonjak jauh di atas rata-rata sebelumnya. Jika pasokan dalam negeri tetap aman, maka ekspor menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar global,” jelasnya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#swasembada #arab saudi #beras