RADAR BOGOR - Kabar gembira datang menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau lebaran 2026.
Pemerintah secara resmi mengumumkan besaran dan peruntukan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, serta pensiunan.
Tidak hanya itu, para pengemudi ojek online (ojol) juga akan menerima Bonus Hari Raya (BHR) dengan nilai yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Pengumuman ini disampaikan dalam konferensi pers pemerintah yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah menjelaskan berbagai stimulus ekonomi yang disiapkan untuk menyambut hari besar keagamaan nasional tersebut.
Pemerintah memastikan bahwa anggaran THR tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun lalu.
Penyaluran dilakukan kepada berbagai kategori penerima mulai dari PNS, CPNS, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), pejabat negara, prajurit TNI, anggota Polri, hingga para pensiunan.
Selain bagi ASN, pemerintah juga menyoroti kewajiban pembayaran THR bagi pekerja sektor swasta.
Perusahaan diwajibkan membayar THR secara penuh dan tidak diperbolehkan mencicilnya.
Batas waktu pembayaran maksimal adalah tujuh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri.
Bagi pekerja yang telah memiliki masa kerja minimal satu tahun, THR yang diberikan minimal sebesar satu bulan upah.
Baca Juga: Mentan Amran Sulaiman Sampaikan Pesan Persatuan pada 3 Ribu Warga KKSS saat Buka Puasa Bersama di Kediamannya
Sedangkan pekerja yang masa kerjanya kurang dari satu tahun akan menerima THR secara proporsional sesuai dengan lama bekerja.
Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, jumlah pekerja penerima upah yang berhak atas THR diperkirakan mencapai 26,5 juta orang.
Total nilai THR yang akan beredar di sektor swasta diperkirakan mencapai sekitar Rp40 triliun.
Selain THR, pemerintah juga mengumumkan kabar baik bagi para pengemudi ojek online.
Tahun ini, para mitra pengemudi akan menerima Bonus Hari Raya (BHR) yang nilainya meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Info Bansos Hari Ini, Penyaluran Stimulus Lebaran Melalui Paket Pangan Ganda dan Diskon Mudik Terpantau Masif
Jika pada tahun lalu total bonus yang diberikan hanya sekitar Rp100 miliar, tahun ini nilainya meningkat menjadi sekitar Rp220 miliar.
Bonus tersebut diperkirakan akan diberikan kepada sekitar 850 ribu mitra pengemudi dari berbagai platform.
Beberapa perusahaan aplikasi transportasi online seperti Gojek, Grab, Maxim, hingga Indrive juga telah menyatakan komitmennya untuk memberikan bonus kepada para mitra pengemudi mereka.
Sebagai contoh, perusahaan besar seperti Goto dan Grab masing-masing menyiapkan dana sekitar Rp100 hingga Rp110 miliar untuk bonus para mitra pengemudi.
Baca Juga: Info Bansos Hari Ini, Penyaluran Stimulus Lebaran Melalui Paket Pangan Ganda dan Diskon Mudik Terpantau Masif
Sementara itu, Maxim menargetkan pemberian bonus kepada sekitar 51 ribu pengemudi, meningkat drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sekitar seribu mitra.
Pemerintah mendorong agar bonus tersebut dapat disalurkan lebih awal, yakni sekitar 14 hari sebelum lebaran atau paling lambat tujuh hari sebelum hari raya.
Tidak hanya THR dan bonus, pemerintah juga menyiapkan berbagai program stimulus ekonomi lainnya menjelang Lebaran.
Salah satunya adalah bantuan pangan bagi masyarakat.
Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp14,9 triliun untuk bantuan pangan.
Baca Juga: Daftar 5 Bansos yang Diprediksi Cair Sebelum Cuti Bersama Idul Fitri 2026, KPM Wajib Pahami Kelayakan Berdasarkan Desil
Bantuan ini akan diberikan kepada sekitar 5,04 juta keluarga penerima manfaat dalam bentuk 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan program diskon transportasi menjelang mudik lebaran dengan nilai sekitar Rp911,16 miliar yang bersumber dari APBN maupun non-APBN.
Sebagai tambahan, pemerintah juga mengumumkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi sebagian pekerja pada tanggal 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret untuk membantu mengurangi kepadatan arus mudik.
Dengan berbagai stimulus tersebut, pemerintah berharap perputaran uang selama Ramadhan dan lebaran 2026 dapat meningkat signifikan sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.***