RADAR BOGOR - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, jutaan guru di Indonesia masih menunggu kepastian pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2026.
Meski pemerintah telah menyiapkan anggaran puluhan triliun rupiah, hingga 9 Maret 2026 sebagian besar guru ASN dilaporkan belum menerima dana tersebut.
Situasi ini membuat banyak guru bertanya-tanya, kapan sebenarnya THR akan masuk ke rekening mereka?
Menurut petunjuk teknis dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan, proses pengajuan pembayaran THR dilakukan pada rentang waktu 4 hingga 17 Maret 2026.
Dalam proses tersebut, instansi pemerintah terlebih dahulu mengajukan Surat Perintah Membayar (SPM).
Setelah itu diterbitkan SP2D yang menjadi dasar pencairan dana ke rekening penerima.
Baca Juga: KPM Wajib Tahu Aturan Baru Desil Bansos 2026: Penyebab Saldo KKS Kosong dan Solusi agar Bantuan Cair Kembali
Karena proses ini melibatkan administrasi di masing-masing pemerintah daerah, pencairan THR untuk guru ASN tidak selalu terjadi secara bersamaan di seluruh wilayah Indonesia.
Berbeda dengan ASN aktif, para pensiunan sudah lebih dulu menikmati THR sejak 5 Maret 2026.
Hal ini terjadi karena pembayaran bagi pensiunan dilakukan melalui Taspen, sehingga sistem pencairannya terpusat dan tidak bergantung pada pemerintah daerah.
Baca Juga: Puluhan Peserta Antusias Ikuti Sanlat Ramadhan 1447 Hijriah di DKM Baitussalam Cilendek Kota Bogor
Sementara untuk guru ASN aktif, pembayaran harus melalui mekanisme anggaran daerah sehingga prosesnya bisa lebih lama.
Jika melihat kalender kerja, pekan kedua Maret menjadi waktu yang sangat krusial.
Hari kerja efektif masih berlangsung hingga Jumat, 13 Maret 2026.
Setelah itu, pekan berikutnya hanya menyisakan dua hari kerja sebelum memasuki masa cuti nasional.
Baca Juga: Kabar Gembira Jelang Lebaran 2026: THR Cair Awal, Bonus Ojol Melimpah, Plus Bantuan Beras dan Minyak Goreng
Karena itu, banyak pihak memperkirakan bahwa pencairan THR untuk guru akan mulai dilakukan dalam pekan ini agar tidak melewati batas waktu maksimal 17 Maret 2026.
Untuk memastikan pembayaran berjalan lancar, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp55 triliun untuk THR tahun 2026.
Dilansir dari kanal YouTube Guru Abad 21, rinciannya meliputi:
• ASN pusat, TNI, dan Polri (2,4 juta orang): Rp22,2 triliun
• ASN daerah (4,3 juta orang): Rp20,2 triliun
• Pensiunan (3,8 juta orang): Rp12,7 triliun
Baca Juga: Rumah Ditinggal Penghuni di Cicadas Gunung Putri Bogor Dibobol Maling, Logam Mulia 50 Gram Raib
Seluruh penerima mendapatkan THR 100 persen penuh, termasuk berbagai komponen tunjangan seperti tunjangan keluarga, tunjangan pangan, dan tunjangan jabatan.
Pemerintah juga menegaskan bahwa THR berbeda dengan gaji ke-13, yang biasanya dibayarkan pada bulan Juni.
Selain THR, guru bersertifikasi juga menantikan perkembangan Tunjangan Profesi Guru (TPG) untuk bulan Maret.
Namun berdasarkan pantauan terbaru di sistem Info GTK, belum ada perubahan data hingga 9 Maret 2026.
Baca Juga: Alhamdulillah SP2D Turun, Distribusi Bansos Pangan di 12 Wilayah Prioritas hingga Pencairan Dana PIP dan BLT Dana Desa
Beberapa catatan yang terlihat di sistem antara lain:
• Validasi data terakhir masih 25 Februari 2026
• Update data terakhir 14 Februari 2026
Artinya, data untuk periode Maret masih dalam proses pembaruan.
Meski demikian, ada kabar baik bagi para guru.
Pengelola sistem menyebutkan bahwa SKTP (Surat Keputusan Tunjangan Profesi) kemungkinan akan diterbitkan lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Alhamdulillah SP2D Turun, Distribusi Bansos Pangan di 12 Wilayah Prioritas hingga Pencairan Dana PIP dan BLT Dana Desa
Jika biasanya SKTP baru muncul sekitar tanggal 19 atau 20 setiap bulan, tahun ini diharapkan bisa keluar lebih awal sehingga proses pencairan TPG juga bisa dipercepat.
Dengan berbagai proses yang masih berjalan, para guru diimbau untuk terus memantau perkembangan terbaru mengenai THR dan TPG.
Banyak pihak berharap dalam beberapa hari ke depan akan muncul kabar baik, baik berupa pencairan THR ke rekening guru maupun terbitnya SKTP di sistem Info GTK.
Jika semua proses berjalan lancar, maka jutaan guru di Indonesia dapat menyambut Idul Fitri tahun ini dengan lebih tenang dan penuh kebahagiaan.***