RADAR BOGOR - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, isu mengenai ketersediaan bahan pangan dan stabilitas harga kembali menjadi perhatian dalam pembahasan di Komisi VI DPR RI.
Ketua komisi tersebut, Anggia Ermarini, menyampaikan bahwa stok pangan nasional menjelang Lebaran berada pada kondisi yang dinilai relatif aman.
Informasi tersebut disampaikan dari kanal Youtube TVR Parlemen dalam konteks pemantauan kesiapan pasokan pangan yang biasanya mengalami peningkatan permintaan saat memasuki periode hari besar keagamaan.
“Ada Bulog, ID Food juga, mereka punya tugas menstabilitaskan harga (pangan terutama bulog),” ungkap Anggia Ermarini melalui kanal Youtube TVR Parlemen.
Meski stok disebut mencukupi, pembahasan tidak hanya menyoroti jumlah ketersediaan barang. Aspek stabilitas harga dan kelancaran distribusi juga menjadi fokus perhatian.
Hal ini berkaitan dengan kondisi pasar menjelang Lebaran yang sering diwarnai kenaikan permintaan berbagai bahan pokok, sehingga berpotensi memengaruhi harga di sejumlah daerah.
Karena itu, pemantauan terhadap pergerakan harga dan jalur distribusi pangan dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Dalam pengelolaan pasokan pangan, peran badan usaha milik negara yang bergerak di sektor pangan juga menjadi bagian dari pembahasan.
Dua lembaga yang disebut memiliki peran dalam pengendalian pasokan dan harga adalah Perum Bulog dan ID Food. Kedua lembaga tersebut terlibat dalam pengelolaan cadangan pangan serta penyaluran komoditas tertentu ke pasar.
Salah satu mekanisme yang digunakan untuk memengaruhi stabilitas pasokan dan harga adalah program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Program ini berkaitan dengan penyaluran komoditas pangan ke pasar guna menjaga ketersediaan barang.
Selain itu, kegiatan pasar murah juga disebut sebagai salah satu langkah yang sering dilakukan pada periode meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan.
Dalam pemantauan harga pangan, salah satu komoditas yang mendapat perhatian adalah cabai merah.
Komoditas ini tercatat memiliki harga yang relatif tinggi dibandingkan beberapa bahan pangan lainnya.
Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang diamati dalam pembahasan mengenai stabilitas harga di pasar menjelang Lebaran.
Selain persoalan harga, distribusi pangan juga menjadi bagian dari perhatian. Distribusi tidak hanya difokuskan pada wilayah Pulau Jawa seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, tetapi juga perlu memperhatikan pasokan di daerah luar Jawa.
Hal ini berkaitan dengan upaya memastikan ketersediaan bahan pangan di berbagai wilayah sehingga tidak terjadi ketimpangan pasokan antar daerah.***
Editor : Asep Suhendar