RADAR BOGOR - Arus mudik dan balik Lebaran 2026 diperkirakan menghadapi potensi risiko kecelakaan yang tinggi di wilayah Jawa Tengah.
Korlantas Polri menilai provinsi tersebut menjadi titik lelah (fatigue point) bagi pemudik yang melakukan perjalanan jauh dari wilayah barat Pulau Jawa.
Kepala Seksi Kumpul Olah Kaji Data Laka Lantas Korlantas Polri, Sandhi Wiedyanoe, menjelaskan bahwa prediksi tersebut didasarkan pada analisis data kecelakaan selama pelaksanaan Operasi Ketupat dalam tiga tahun terakhir.
Ia menyampaikan, kondisi fisik pengendara biasanya mulai menurun ketika memasuki Jawa Tengah.
Pemudik yang berangkat dari wilayah barat seperti Jakarta dan Jawa Barat umumnya masih dalam kondisi segar, namun setelah menempuh perjalanan panjang hingga wilayah Jawa Tengah, tingkat kelelahan meningkat sehingga risiko kecelakaan juga bertambah.
Analisis tersebut menggunakan pemodelan spasial dan probabilitas kecelakaan yang bersumber dari data Operasi Ketupat 2023 hingga 2025.
Pengolahan data dilakukan dengan metode estimasi statistik dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.
Berdasarkan catatan dalam sistem Integrated Road Safety Management System, jumlah kecelakaan selama tiga tahun terakhir tercatat sebanyak 5.980 kasus pada 2023, kemudian 5.378 kasus pada 2024, dan 5.442 kasus pada 2025.
Dari data tersebut, rata-rata kejadian kecelakaan setiap tahun diperkirakan mencapai sekitar 5.600 kasus.
Tingkat fatalitas kecelakaan juga menjadi perhatian serius.
Dari hasil perhitungan statistik, sekitar 19,74 persen kecelakaan diperkirakan berpotensi menimbulkan korban meninggal.
Artinya, hampir dua dari setiap sepuluh kecelakaan selama arus mudik berisiko berujung fatal.
Selain itu, sekitar 43,73 persen kecelakaan saat mudik Lebaran tercatat terjadi di jalan arteri.
Karena itu, pengendara diimbau tetap berhati-hati baik saat melintas di jalan tol maupun jalan arteri.
Layanan BPJS Kesehatan Tetap Buka Saat Libur Lebaran
Di sisi lain, BPJS Kesehatan memastikan layanan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap tersedia selama periode libur Lebaran 2026.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito menyampaikan, berbagai layanan kesehatan dan administrasi kepesertaan tetap dapat diakses agar masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan lebih tenang.
Selama masa libur, kantor cabang BPJS Kesehatan tetap membuka layanan pada 18, 20, 23, dan 24 Maret 2026 mulai pukul 08.00 hingga 13.30 waktu setempat.
Selain itu, BPJS Kesehatan juga menyiapkan Posko Mudik di sejumlah titik strategis yang beroperasi pada 13–16 Maret 2026.
Posko tersebut berada di beberapa lokasi seperti Pelabuhan Merak, Terminal Pulo Gebang, Terminal Purabaya, serta Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar.
Tol Prosiwangi Dibuka Gratis Saat Mudik
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur-Bali akan membuka secara fungsional ruas tol Paiton–Besuki pada 14–28 Maret 2026.
Ruas tersebut merupakan bagian dari Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi yang dapat dilalui secara gratis selama periode mudik.
Kepala BBPJN Jatim-Bali, Javid Hurriyanto, menyampaikan bahwa ruas Gending-Kraksaan-Paiton-Besuki telah lulus uji laik fungsi sehingga dapat dilintasi semua golongan kendaraan dan beroperasi selama 24 jam.
Arus Mudik Ketapang-Gilimanuk Diprediksi Lebih Awal
Sementara itu, arus mudik di lintasan penyeberangan Pelabuhan Ketapang – Pelabuhan Gilimanuk diperkirakan mencapai puncaknya lebih awal, yakni sekitar H-7 sebelum Lebaran.
Hal tersebut dipicu oleh penutupan aktivitas pelabuhan saat Hari Raya Nyepi pada 18-20 Maret.
General Manager ASDP Indonesia Ferry cabang Ketapang, Arief Eko Kurnianjah, memperkirakan puncak arus mudik terjadi pada 14 hingga 16 Maret.
Banyak pemudik diprediksi memilih menyeberang sebelum pelabuhan ditutup selama perayaan Nyepi.
ASDP juga memperkirakan jumlah kendaraan yang menyeberang meningkat sekitar 6 persen dibandingkan tahun lalu.
Sedangkan, jumlah penumpang diprediksi naik sekitar 4 persen.
Sebagai langkah antisipasi, operator pelabuhan menyiapkan kapal-kapal berkapasitas besar untuk melayani lintasan Ketapang-Gilimanuk selama periode puncak arus mudik. (lyn/fre/aif/bas/aph)
Editor : Siti Dewi Yanti