RADAR BOGOR – Hanif Faisol Nurofiq selaku Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) mengimbau pengelola pasar rakyat di Indonesia untuk mulai mengelola sampah secara mandiri.
Langkah ini dilakukan untuk mewujudkan pasar rakyat yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) serta mendukung ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.
Imbauan tersebut disampaikan saat Menteri Hanif bersama Budi Santoso selaku Menteri Perdagangan melakukan aksi bersih-bersih di Pasar Kramat Jati, Rabu 11 Maret 2026.
Kegiatan itu merupakan bagian dari implementasi Gerakan ASRI yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.
Hanif menjelaskan bahwa sebagian besar pasar di Jakarta telah diberikan sanksi administratif berupa paksaan pemerintah agar mampu menangani pengelolaan sampah secara mandiri.
Menurutnya, pasar rakyat bukan sekadar pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga simbol budaya yang mempertemukan beragam masyarakat.
Karena itu, kebersihan pasar harus mencerminkan budaya dan kesadaran lingkungan masyarakat di wilayah tersebut.
Ia juga menyoroti kondisi pengelolaan sampah di wilayah DKI Jakarta yang saat ini masih menjadi persoalan serius.
Berdasarkan data evaluasi pengelolaan sampah tahun 2025, dari sekitar 8.700 ton sampah per hari yang dihasilkan, hanya sekitar 1.700 ton atau 22,35 persen yang dapat dikelola dengan baik.
Kondisi tersebut menunjukkan tingginya ketergantungan pada sistem pengolahan sampah di hilir.
Oleh karena itu, diperlukan penataan sistem pengelolaan dari hulu, termasuk di pusat-pusat ekonomi rakyat seperti pasar tradisional.
Hanif menegaskan bahwa kebersihan pasar memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Pasar yang dikelola secara baik, bersih, dan nyaman akan meningkatkan kepercayaan pedagang maupun konsumen. Hal itu juga akan memperkuat daya saing ekonomi lokal,” ujar Hanif.
Melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan BPLH, pemerintah juga mengajak berbagai pihak untuk terlibat dalam upaya pengelolaan sampah secara terpadu.
Kolaborasi tersebut melibatkan pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, komunitas lingkungan, hingga generasi muda.
Pengelolaan sampah di sumbernya, termasuk di pasar rakyat melalui kegiatan pemilahan sampah, dinilai mampu membangun budaya bersih sekaligus mendukung keberlanjutan ekonomi kerakyatan.
Di kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan bahwa gerakan kebersihan pasar juga berdampak langsung pada kenyamanan aktivitas perdagangan.
Menurutnya, pasar yang bersih dan sehat akan membuat masyarakat lebih tertarik untuk berbelanja.
“Ketika kondisi pasar bersih dan tertata, pedagang maupun pembeli akan merasa lebih nyaman. Dampaknya tentu akan meningkatkan jumlah pengunjung yang datang untuk berbelanja,” kata Budi.
Pemerintah berharap gerakan pengelolaan sampah di pasar rakyat dapat menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (***)
Editor : Yosep Awaludin