Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Ini Jadwal Sidang Isbat Penentuan 1 Syawal 1447 H dan Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri 20 Maret 2026

Eli Kustiyawati • Senin, 16 Maret 2026 | 11:57 WIB

Ilustrasi Rukyatul Hilal penentu penetapan awal Syawal
Ilustrasi Rukyatul Hilal penentu penetapan awal Syawal

RADAR BOGOR - Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia akan menggelar sidang isbat penetapan awal Syawal 1447 Hijriah guna menentukan kapan umat Islam di Indonesia merayakan Hari Raya Idul Fitri 2026.

Sidang isbat tersebut dijadwalkan berlangsung pada hari Kamis, 19 Maret 2026, yang bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 Hijriah.

Kegiatan ini akan dilaksanakan di Auditorium HM Rasyidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, dan dijadwalkan dimulai pukul 16.00 WIB.

Informasi tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rohman, dalam keterangan resminya pada Senin, 2 Maret 2026.

Sidang isbat merupakan forum resmi pemerintah yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari perwakilan organisasi masyarakat Islam, para ahli astronomi, hingga lembaga terkait.

Forum ini membahas hasil rukyatul hilal atau pengamatan bulan sabit sebagai penanda masuknya bulan Syawal.

Lokasi sidang isbat kali ini kembali dilaksanakan di Auditorium HM Rasyidi Kementerian Agama, setelah sebelumnya sidang penentuan awal Ramadan sempat digelar di Hotel Borobudur, Jakarta.

Hasil sidang isbat nantinya akan diumumkan secara resmi oleh pemerintah kepada masyarakat Indonesia dan menjadi acuan nasional dalam penetapan Hari Raya Idul Fitri 2026.

Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Jumat, 20 Maret 2026.

Penetapan tersebut didasarkan pada metode hisab hakiki wujudul hilal, yaitu sistem perhitungan astronomi yang menetapkan awal bulan Hijriah apabila posisi hilal secara perhitungan sudah berada di atas ufuk.

Dengan metode tersebut, penetapan awal Syawal dapat diumumkan lebih awal karena dihitung secara matematis dan astronomis tanpa menunggu pengamatan hilal secara langsung.

Seluruh penetapan ini telah tertuang dalam Kalender Hijriah Global Tunggal yang diterbitkan Muhammadiyah.

Perbedaan metode dalam menentukan awal bulan Hijriah memang kerap terjadi di Indonesia.

Namun demikian, semua metode tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu memberikan kepastian awal bulan Hijriah dan waktu pelaksanaan ibadah bagi umat Islam.

Masyarakat kini menantikan hasil resmi sidang isbat yang akan diumumkan pemerintah.

Apakah Idul Fitri tahun ini akan dirayakan secara serentak di seluruh Indonesia, atau kembali terjadi perbedaan penetapan hari raya, jawabannya akan diumumkan resmi oleh Menteri Agama usai pelaksanaan sidang isbat pada Kamis, 19 Maret 2026.***

Editor : Eli Kustiyawati
#Kantor Kementerian Agama #Penetapan Awal Syawal #sidang isbat #Idul Fitri 2026