Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Panen Raya di Majalengka Cetak Produktivitas hingga 11,5 Ton per Hektare, Perkuat Ketersediaan Beras Nasional

Eka Rahmawati • Rabu, 18 Maret 2026 | 16:36 WIB

Panen raya di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat memperkuat stok pangan beras nasional.
Panen raya di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat memperkuat stok pangan beras nasional.

RADAR BOGOR – Panen raya di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menunjukkan hasil yang sangat tinggi pada musim panen kali ini, dengan capaian hingga 11,5 ton per hektare. Hasil tersebut menjadi bagian dari peningkatan produksi secara nasional yang berperan dalam memperkuat ketersediaan beras sepanjang tahun 2026.

Berdasarkan hasil ubinan di sejumlah lokasi, produktivitas yang dicapai tergolong sangat baik. Di Desa Pakubeureum, Kecamatan Kertajati, lahan milik H. Sawir Wirahandi dengan varietas Jangkar menghasilkan sekitar 10,78 ton per hektare dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP).

Sementara itu, di Desa Leuweunggede, Kecamatan Jatiwangi, lahan seluas 36 hektare milik Agus Mulyana dengan varietas Inpari 32 mencatatkan hasil ubinan setara 11,5 ton per hektare GKP.

Baca Juga: H-3 Lebaran, Kereta Api Jarak Jauh Kian Dibanjiri Pemudik, KAI: Okupansi Mencapai 69 Persen

Tingginya hasil panen ini mencerminkan peningkatan kualitas budidaya di tingkat petani. Hal tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah melalui penyediaan sarana produksi, perbaikan sistem budidaya, serta pendampingan yang dilakukan secara intensif di wilayah sentra pertanian.

Selain itu, dari sisi ekonomi, harga Gabah Kering Giling (GKG) di tingkat petani saat ini berada pada kisaran Rp7.500 hingga Rp7.800 per kilogram, yang memberikan nilai keuntungan lebih baik bagi petani.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa capaian produksi di berbagai daerah, termasuk Majalengka, menjadi faktor penting penguat utama kondisi pangan nasional.

Baca Juga: Salat Idul Fitri Tingkat Kota Bogor Digelar di Kebun Raya Bogor, Berikut Titik Lokasi Parkir

Ia menegaskan bahwa ketersediaan beras nasional dalam kondisi aman karena produksi saat ini mampu melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat.

“Kementerian Pertanian memastikan kondisi pangan nasional, khususnya beras, dalam posisi aman, produksi saat ini berada di atas kebutuhan konsumsi nasional sehingga stok tetap terjaga,” ujar Menteri Pertanian Amran dalam keterangannya.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) turut memperkuat kondisi tersebut. Pada periode Februari hingga April 2026, luas panen diperkirakan mencapai 3,92 juta hektare.

Baca Juga: Motor Baru Lunas Dicuri, Driver Ojol di Bogor Ini Kehilangan Sumber Nafkah, Begini Harapan Saadah

Sementara itu, potensi produksi beras pada kuartal pertama tahun 2026 diperkirakan sebesar 10,16 juta ton, atau meningkat sekitar 15,79 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Dengan kebutuhan beras nasional yang berada di kisaran 2,59 juta ton per bulan, produksi bulanan yang mencapai antara 2,6 hingga 5,7 juta ton menunjukkan bahwa stok beras nasional berada dalam kondisi surplus.

Pemerintah pun terus memanfaatkan momentum panen raya di berbagai daerah sebagai upaya untuk meningkatkan produksi nasional. Langkah-langkah seperti percepatan penyerapan hasil panen, penguatan distribusi, serta menjaga stabilitas harga di tingkat petani terus dilakukan agar ketersediaan beras tetap terjaga sekaligus memperkuat cadangan pangan secara berkelanjutan.

Editor : Eka Rahmawati
#majalengka #beras #panen raya