Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Ravindra Airlangga Soroti Penutupan Selat Hormuz, Berpotensi Ganggu Pasar Energi Global

Septi Nulawam Harahap • Rabu, 18 Maret 2026 | 20:16 WIB

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Ravindra Airlangga menyoroti penutupan Selat Hormuz.
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Ravindra Airlangga menyoroti penutupan Selat Hormuz.

RADAR BOGOR - Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Ravindra Airlangga menilai penutupan Selat Hormuz berpotensi mengganggu pasar energi global. Bahkan dampaknya sampai ke Indonesia.

Ia mengaku masih terus mencermati dinamika ketegangan geopolitik di Timur Tengah saat ini.

"Eskalasi yang memunculkan ancaman penutupan Selat Hormuz berpotensi mengganggu pasar energi global, termasuk Indonesia yang mendapatkan pasokan energi dari kawasan teluk," kata Ravindra Airlangga, Rabu, 18 Maret 2026.

Potensi itu, kata dia, dapat dianalisis melalui Data Institute for Essential Services Reform. Data mencatat selama ini 38 persen impor minyak mentah Indonesia berasal dari Arab Saudi dan sisanya dipasok negara teluk lainnya seperti Irak, UEA, dan Kuwait.

Ravindra pun mengapresiasi langkah pemerintah, dalam hal ini Kementerian ESDM yang menyiapkan langkah diversifikasi pasokan minyak dari kawasan di luar Timur Tengah seperti Amerika Utara, Afrika dan lainnya.

"Ini bagian dari strategi menjaga ketahanan energi jangka panjang selain percepatan pengembangan energi baru terbarukan," ungkapnya.

Selain itu Ravindra menambahkan, ketegangan global juga dapat menghadirkan peluang windfall komoditas.

Dengan pengelolaan yang prudent, kenaikan harga energi dan bahan baku dapat meningkatkan nilai ekspor Indonesia yang dapat memperluas ruang fiskal meskipun secara terbatas, mengingat akan ada dampak pada pengeluaran subsidi energi.

"Kami mendukung pemerintah untuk mengambil langkah makroprudensial yang menjaga daya beli masyarakat serta menjaga stabilitas di tengah gejolak global. Pada segi diplomasi pemerintah maupun parlemen berkomitmen untuk terus menjaga jalur diplomasi guna memastikan keselamatan awak dan kapal Indonesia di Selat Hormuz," pungkasnya.(cok)

Editor : Eka Rahmawati
#selat hormuz #pasar energi #ravindra airlangga