RADAR BOGOR – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, terus mendorong penguatan tata kelola perdagangan pangan nasional guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di dalam negeri.
Dikutip dari Instagram @kemenkopangan.ri, Kemenko Pangan menggelar Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Bidang Pangan sebagai upaya memperkuat sistem perdagangan pangan sekaligus mempercepat terwujudnya kawasan swasembada.
Rapat mengenai perdagangan pangan tersebut membahas berbagai langkah strategis yang dinilai penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah dinamika global.
Salah satu keputusan yang dihasilkan adalah penetapan keadaan tertentu untuk komoditas garam guna mengantisipasi gangguan pasokan dan menjaga stabilitas harga.
Selain itu, pemerintah juga melakukan evaluasi terhadap neraca komoditas pangan tahun 2026 sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan ke depan.
Pengaturan larangan dan pembatasan (lartas) impor dan ekspor juga menjadi fokus utama dalam rakortas tersebut untuk memastikan distribusi pangan tetap terkendali.
Tak hanya itu, penguatan pengawasan terhadap barang yang masuk ke wilayah Indonesia turut dibahas sebagai langkah preventif terhadap potensi gangguan pasar domestik.
Dalam rapat tersebut, pemerintah juga menekankan pentingnya percepatan pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN).
Program ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan sekaligus memperkuat kemandirian pangan nasional dalam jangka panjang.
Melalui langkah-langkah strategis tersebut, pemerintah optimistis tata kelola perdagangan pangan nasional akan semakin kuat dan mampu menghadapi berbagai tantangan ke depan. (Mirta/Vokasi IPB)
Editor : Yosep Awaludin