Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tak Bisa Melihat, Tapi Menjadi Cahaya: Kisah Luthfi Fitriani, ASN Tunanetra yang Ubah Hidup Banyak Orang

Lucky Lukman Nul Hakim • Selasa, 24 Maret 2026 | 09:32 WIB

Luthfi Fitriani (kiri) sedang melakukan pembinaan di Sentra Phalamartha Sukabumi.
Luthfi Fitriani (kiri) sedang melakukan pembinaan di Sentra Phalamartha Sukabumi.

RADAR BOGOR - Di tengah keterbatasan, ada sosok yang justru menjadi sumber harapan.

Luthfi Fitriani membuktikan, cahaya tidak selalu berasal dari mata yang melihat.

Di balik aktivitas pelayanan sosial di Sentra Phalamartha Sukabumi, tersimpan kisah inspiratif seorang aparatur sipil negara (ASN) yang mampu menembus batas keterbatasan.

Ia adalah Luthfi Fitriani, seorang penyandang disabilitas sensorik netra yang kini bertugas sebagai penyuluh sosial.

Meski tidak dapat melihat, semangatnya untuk membantu sesama justru bersinar terang.

Setiap hari, Luthfi berangkat bekerja dengan berjalan kaki, ditemani tongkat yang menjadi penuntun langkahnya.

Namun lebih dari sekadar alat bantu, tongkat tersebut menjadi simbol keberanian dalam menghadapi dunia yang tidak selalu ramah.

Perjalanan kariernya pun tidak instan.

"Penyuluh sosial bukan jabatan pertama saya," kata Luthfi.

Luthfi memulai tugas sebagai pembimbing agama, akhirnya mengikuti seleksi dan resmi menjadi penyuluh sosial pada tahun 2023.

Dalam perannya saat ini, ia aktif memberikan bimbingan mental dan spiritual kepada para penerima manfaat.

Kehadirannya menghadirkan ketenangan dan harapan bagi mereka yang tengah berjuang bangkit dari keterpurukan.

Salah satu capaian yang paling membekas adalah keberhasilannya membantu proses reunifikasi seorang penerima manfaat hingga dapat kembali ke keluarganya.

Bagi Luthfi, momen tersebut menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan tidak menghalangi seseorang untuk memberi dampak besar.

Langkahnya mungkin tidak dipandu oleh penglihatan, namun keyakinan dan ketulusan hatinya menjadi cahaya yang menerangi banyak orang.

Kisah Luthfi Fitriani menjadi pengingat bahwa kekuatan sejati tidak terletak pada kesempurnaan fisik, melainkan pada tekad dan keikhlasan untuk terus melangkah.

Lebih dari itu, cerita ini juga menjadi ajakan untuk membangun lingkungan kerja yang inklusif, di mana setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi.

Karena pada akhirnya, cahaya tidak selalu datang dari apa yang terlihat, tetapi dari hati yang terus percaya dan berani. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#asn #sukabumi #Sentra Phalamartha #Luthfi Fitriani