RADAR BOGOR - Kementerian Perhubungan mengimbau masyarakat untuk mulai merencanakan perjalanan arus balik Lebaran lebih awal guna menghindari kepadatan pada waktu puncak.
Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24 Maret 2026 (H+3), sehingga masyarakat disarankan memilih alternatif jadwal perjalanan dan mematuhi arahan petugas demi menjaga keselamatan serta kenyamanan selama perjalanan.
Selain itu, masyarakat diingatkan untuk memastikan kondisi fisik tetap prima, membawa obat-obatan pribadi, serta mengecek kesiapan kendaraan sebelum bepergian pada arus balik.
Penggunaan moda transportasi resmi dan berizin serta pemantauan informasi dari kanal pemerintah juga dinilai penting dalam mendukung kelancaran perjalanan.
Berdasarkan informasi melalui Website @dephub.go.id, pergerakan penumpang angkutan umum pada hari H Lebaran, Sabtu 21 Maret 2026, tercatat mencapai 873.916 orang.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan, Ernita Titits Dewi, menyampaikan bahwa jumlah pemudik yang menggunakan angkutan umum pada hari Lebaran masih tergolong tinggi.
Namun secara umum tetap dalam kondisi terkendali. Ia juga menjelaskan bahwa moda transportasi kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat.
Berdasarkan data harian, moda kereta api mencatat jumlah keberangkatan tertinggi dengan 364.649 penumpang, yang terdiri dari 205.335 penumpang antarkota dan 159.314 penumpang regional perkotaan.
Sementara itu, angkutan udara melayani 206.785 penumpang, dengan rincian 155.675 penumpang domestik dan 51.110 penumpang internasional.
Untuk moda lainnya, angkutan penyeberangan mencatat 177.564 penumpang, angkutan bus sebanyak 103.777 penumpang, dan angkutan laut sebanyak 21.141 penumpang.
Secara kumulatif, jumlah pergerakan penumpang angkutan umum sejak H-8 atau 13 Maret hingga hari H Lebaran mencapai 10.887.584 orang.
Angka ini mengalami peningkatan sebesar 8,58 persen dibandingkan periode yang sama pada Lebaran 2025 yang mencapai 10.027.482 orang.
Jika dirinci berdasarkan moda, kereta api mencatat 3.349.343 penumpang atau naik 13,46 persen dari tahun sebelumnya.
Angkutan penyeberangan mencapai 2.664.004 penumpang, meningkat 14,01 persen, diikuti angkutan udara sebanyak 2.397.192 penumpang atau naik 2,95 persen.
Sementara itu, angkutan bus mencatat 1.693.931 penumpang atau meningkat 9,37 persen, dan angkutan laut sebanyak 783.114 penumpang.
Tak hanya penumpang, arus kendaraan juga terpantau cukup tinggi di berbagai simpul transportasi.
Pada hari Lebaran, kendaraan yang keluar dari gerbang tol Jakarta tercatat sebanyak 193.237 unit, sedangkan kendaraan yang masuk mencapai 122.074 unit.
Total lalu lintas di gerbang tol wilayah Jabodetabek tercatat 380.753 unit, sementara di luar Jabodetabek mencapai 353.546 unit.
Untuk ruas arteri, jumlah kendaraan yang keluar dari wilayah Jabodetabek mencapai 601.275 unit dan yang masuk sebanyak 460.089 unit.
Adapun di wilayah arteri non-Jabodetabek, pergerakan kendaraan tercatat sebanyak 607.366 unit.
Kementerian Perhubungan juga mencatat tingkat ketepatan waktu atau on time performance (OTP) angkutan umum pada hari H Lebaran.
Moda kereta api antarkota mencatat OTP sebesar 97,70 persen, kereta regional 99,40 persen, angkutan udara domestik 88,09 persen, dan internasional 69,31 persen.
Sementara itu, angkutan laut mencatat OTP 95,92 persen, penyeberangan 93,20 persen, dan angkutan darat 64,97 persen. (Dian/Vokasi IPB)
Editor : Yosep Awaludin