Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Rahasia di Balik Al-Quran Braille: Dari Titik Kecil Hingga Setiap Jilid yang Menginspirasi

Lucky Lukman Nul Hakim • Selasa, 24 Maret 2026 | 09:52 WIB

PM Residensial Sentra Wyata Guna Bandung, Dimas sedang baca Al-Quran braille.
PM Residensial Sentra Wyata Guna Bandung, Dimas sedang baca Al-Quran braille.

RADAR BOGOR - Dimas, PM Residensial Sentra Wyata Guna Bandung membaca Al-Quran braille dengan lancar.

Ya, di balik setiap huruf yang diraba oleh penyandang tunanetra, ada proses panjang dan penuh ketelitian yang jarang diketahui publik.

Di Sentra Wyata Guna Bandung, setiap Al-Quran Braille bukan sekadar buku, tapi buah kerja keras titik demi titik, jilid demi jilid, yang membawa pengetahuan dan harapan bagi ribuan penyandang disabilitas netra di seluruh Indonesia.

Di percetakan Braille Sentra Wyata Guna Bandung, proses mencetak Al-Quran Braille melibatkan dedikasi tinggi dari para pekerja yang berperan sebagai penerjemah sekaligus tenaga produksi.

Dalam sehari, mereka mampu mencetak sekitar 30 buku braille, namun satu set Al-Qur’an braille jauh lebih kompleks yakni setiap juz dicetak menjadi satu jilid, sehingga satu set lengkap terdiri dari 30 jilid.

Dalam satu tahun, percetakan ini mampu menghasilkan sekitar 50 set Al-Qur’an braille, atau 1.500 buku yang harus dicetak, diperiksa, dan dijilid satu per satu dengan ketelitian ekstra.

Sebelum masuk ke mesin cetak, naskah terlebih dahulu melalui proses pengeditan master yang sangat teliti, memastikan setiap huruf, tanda baca, dan simbol hukum bacaan sesuai standar.

Kesalahan sekecil satu titik pun dapat mengubah makna bacaan, sehingga perhatian terhadap detail menjadi prioritas utama.

Dengan dukungan lebih dari 10 mesin cetak braille dan sekitar 10 tenaga produksi profesional, percetakan ini memastikan kitab suci tersedia dalam huruf braille bagi penyandang tunanetra di seluruh Indonesia.

Dari Sentra Wyata Guna Bandung, titik-titik kecil ini menjelajah ke berbagai penjuru negeri, menghadirkan akses pendidikan, pengetahuan, dan kesempatan yang setara.

Baca Juga: Arus Balik Jangan Sampai Macet, Menhub Siapkan Strategi Khusus

Setiap jilid bukan hanya buku, tetapi juga simbol harapan dan inklusi sosial bagi mereka yang buta huruf visual. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#braille #Sentra Wyata Guna Bandung #al-quran