Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Waspada Warga Bogor! Menu Sarapan Sepele Ini Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Rani Puspitasari Sinaga • Kamis, 26 Maret 2026 | 05:27 WIB

Ilustrasi. Penyakit jantung bisa disebabkan oleh menu sarapan yang tidak baik.
Ilustrasi. Penyakit jantung bisa disebabkan oleh menu sarapan yang tidak baik.

RADAR BOGOR - Warga Bogor harus ketahui, bahwa ada sejumlah kebiasaan sederhana di pagi hari, seperti menu sarapan yang ternyata bisa meningkatkan risiko kerusakan atau menimbulkan penyakit jantung, terutama yang berkaitan dengan pilihan sarapan yang kurang sehat.

Padahal, sarapan merupakan waktu makan penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Namun, jika menu yang dikonsumsi warga Bogor tidak bernutrisi, hal ini justru dapat berdampak buruk bagi organ tubuh, khususnya penyakit jantung.

Salah satu contohnya adalah konsumsi sarapan dengan makanan tinggi garam atau natrium agar terhindar dari penyakit jantung.

Kandungan natrium yang tinggi sering kali tersembunyi dalam makanan seperti nugget, sosis, roti, serta berbagai makanan olahan atau ultra-processed food (UPF).

Menurut ahli jantung Robert Segel, MD, asupan garam berlebih dapat memicu peningkatan tekanan darah.

Ia menjelaskan bahwa konsumsi natrium tinggi membuat tubuh menahan lebih banyak cairan, sehingga tekanan darah meningkat dan risiko gagal jantung pun bertambah.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi natrium dalam jumlah tinggi memiliki risiko sekitar 19 persen lebih besar mengalami penyakit kardiovaskular dibandingkan mereka yang mengonsumsi natrium lebih sedikit.

Kelebihan natrium juga dapat mengganggu sistem pengaturan tekanan darah (renin-angiotensin), sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah.

Saat ini, rata-rata konsumsi natrium harian mencapai lebih dari 3.300 mg, padahal anjuran dari American Heart Association adalah maksimal 1.500 mg per hari untuk menjaga kesehatan jantung.

Selain itu, makanan olahan seperti daging olahan juga cenderung mengandung lemak jenuh tinggi.

Sebuah studi menemukan bahwa konsumsi lebih dari 140 gram daging olahan per minggu dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular hingga 46 persen.

Pola makan yang tinggi makanan olahan umumnya juga rendah serat. Padahal, serat banyak ditemukan dalam makanan nabati seperti buah, sayuran, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan.

Tidak hanya bermanfaat bagi pencernaan, serat juga berperan dalam melindungi tubuh dari penyakit jantung dan diabetes.

Sayangnya, banyak orang belum memenuhi kebutuhan serat harian yang direkomendasikan, yaitu sekitar 28 gram, terutama karena kebiasaan makan rendah serat.

Untuk meningkatkan asupan serat saat sarapan, dapat dipilih makanan seperti oatmeal serta buah-buahan, misalnya apel, pir, pisang, dan jeruk.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bogor #penyakit jantung #sarapan