Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Fenomena Pink Moon April 2026 Bisa Disaksikan di Indonesia, Catat Tanggalnya!

Rani Puspitasari Sinaga • Kamis, 26 Maret 2026 | 11:48 WIB

Ilustrasi. Fenomena Pink Moon April mendatang bisa dilihat dari Indonesia.
Ilustrasi. Fenomena Pink Moon April mendatang bisa dilihat dari Indonesia.

RADAR BOGOR - Fenomena Pink Moon akan kembali terjadi pada April 2026 dan dapat diamati dari Indonesia.

Fenomena Pink Moon atau juga fase bulan purnama ini bisa disaksikan baik oleh pengamat langit maupun masyarakat umum di Indonesia.

Berdasarkan informasi dari Time and Date, puncak fenomena Pink Moon di Indonesia, akan berlangsung pada 2 April 2026 pukul 09.11 WIB.

Meski terjadi pada pagi hari, bulan purnama tetap bisa dinikmati pada malam hari karena pada fase ini bulan tampak hampir sepanjang malam, terbit saat senja dan terbenam menjelang fajar.

Nama “Pink Moon” sendiri tidak berarti bulan berwarna merah muda, melainkan diambil dari bunga phlox berwarna pink yang mekar di musim semi di Amerika Utara.

Selain itu, bulan purnama April juga dikenal dengan berbagai sebutan lain seperti Bulan Es Mencair, Bulan Tunas, Bulan Kebangkitan, Bulan Telur, hingga Bulan Paskah.

Penamaan bulan purnama ini dipopulerkan oleh Farmers' Almanac di Amerika Serikat, yang mengadopsi istilah dari tradisi suku asli Amerika.

Untuk mengamati fenomena ini, masyarakat dapat melihatnya secara langsung tanpa alat bantu. Namun, penggunaan binokular atau teleskop akan memberikan pengalaman yang lebih jelas dan detail.

Beberapa tips yang bisa dilakukan saat mengamati bulan purnama antara lain memperhatikan garis cahaya terang dari kawah besar seperti Tycho atau Copernicus.

Bisa juga dengan mengamati fenomena librasi di tepian bulan, serta melihat kemungkinan munculnya halo atau korona saat kondisi langit sedikit berawan.

Selain itu, penggunaan filter pada teleskop dapat membantu mengurangi silau agar detail permukaan bulan lebih terlihat.

Disarankan juga memilih lokasi terbuka dengan minim polusi cahaya serta memanfaatkan teropong untuk mendapatkan pengamatan yang lebih optimal.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#indonesia #fenomena #pink moon