RADAR BOGOR - Peluang Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2026 makin terbuka lebar. Meski demikian, tingkat kompetisi di setiap instansi tidaklah seragam. Beberapa instansi justru menawarkan peluang lolos yang lebih besar jika dilihat dari perbandingan antara jumlah formasi dan jumlah pelamar.
Melansir dari akun Instagram @studicpns.id, analisis berdasarkan seleksi calon ASN tahun sebelumnya ini menjadi penting bagi calon peserta agar dapat menentukan strategi pendaftaran yang lebih tepat dan realistis.
Berdasarkan data perbandingan formasi dan pelamar, berikut sejumlah instansi yang memiliki peluang relatif lebih besar untuk lolos seleksi CPNS mendatang:
1. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
Instansi ini menyediakan 65 formasi dengan jumlah pelamar sebanyak 345 orang. Jika dihitung secara rasio, tingkat persaingan masih tergolong aman.
Artinya, peluang untuk lolos masih cukup terbuka, terutama bagi pelamar yang memiliki kualifikasi sesuai dengan kebutuhan jabatan yang tersedia.
2. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Dengan 61 formasi dan 374 pelamar, tingkat kompetisi di instansi ini sedikit lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.
Meski demikian, rasio pelamar terhadap formasi masih dalam kategori yang cukup kompetitif namun tidak terlalu padat, sehingga tetap menjadi salah satu pilihan strategis.
3. Sekretariat Jenderal Komnas HAM
Instansi ini membuka 38 formasi dengan total pelamar mencapai 416 orang. Meskipun jumlah pelamar terlihat cukup banyak, peluang masih terbuka karena kebutuhan formasi yang cukup signifikan dibandingkan instansi kecil lainnya.
4. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
BRIN menjadi salah satu instansi dengan peluang paling besar karena menyediakan 500 formasi dengan jumlah pelamar hanya 460 orang.
Secara matematis, jumlah formasi bahkan lebih besar dibanding pelamar, yang menunjukkan peluang lolos sangat tinggi, khususnya bagi pelamar yang memenuhi syarat administrasi dan kompetensi.
5. Sekretariat Jenderal MPR
Instansi ini membuka 25 formasi dengan jumlah pelamar sebanyak 548 orang. Tingkat persaingan tergolong tinggi karena jumlah pelamar jauh melebihi formasi yang tersedia, sehingga membutuhkan persiapan lebih matang.
6. Badan Narkotika Nasional (BNN)
BNN menyediakan 32 formasi dengan jumlah pelamar mencapai 1.224 orang. Tingkat persaingan sangat ketat, sehingga peluang lolos relatif lebih kecil jika dibandingkan instansi dengan rasio pelamar lebih rendah.
7. Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan
Dengan 86 formasi dan 1.459 pelamar, instansi ini memiliki tingkat kompetisi yang cukup tinggi. Pelamar perlu mempertimbangkan kesiapan dan strategi jika ingin mendaftar di instansi ini.
8. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)
BKPM membuka 110 formasi dengan jumlah pelamar sebanyak 1.990 orang. Tingkat persaingan termasuk tinggi, meskipun jumlah formasi cukup besar.
9. Pemerintah Kota Gorontalo
Instansi daerah ini hanya menyediakan 5 formasi dengan 13 pelamar. Meskipun jumlah formasi kecil, rasio pelamar yang rendah membuat peluang lolos cukup besar.
10. Pemerintah Kabupaten Purworejo
Tersedia 17 formasi dengan jumlah pelamar 35 orang. Rasio ini menunjukkan peluang yang cukup baik bagi pelamar, terutama jika dibandingkan instansi pusat dengan pelamar ribuan.
11. Pemerintah Kota Tanjungpinang
Dengan 15 formasi dan 45 pelamar, tingkat persaingan tergolong rendah hingga sedang. Ini menjadi salah satu pilihan menarik bagi pelamar yang ingin meningkatkan peluang kelulusan.
12. Pemerintah Kabupaten Bondowoso
Instansi ini membuka 27 formasi dengan jumlah pelamar sebanyak 56 orang. Rasio ini menunjukkan peluang yang relatif besar dan cukup menjanjikan bagi calon peserta.***
Editor : Asep Suhendar