RADAR BOGOR - Rencana pembangunan underpas Kebon Pedes di Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor batal terealisasi tahun ini. Pemerintah Kota Bogor perlu membebaskan 39 bidang tanah untuk membangun underpass.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor Juniarti Estiningsih mengatakan pembangunan underpass Kebon Pedes merupakan proyek kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar).
“Tidak tahun ini. Pembangunan underpas itu butuh 39 bidang tanah. Pembebasan lahan oleh Pemkot, kontruksi oleh Provinsi,” kata Esti kepada Radar Bogor.
Untuk membebaskan lahan butuh uang yang tidak sedikit, Esti mengungkapkan pihaknya perlu menyiapkan anggaran lebih kurang Rp40 miliar.
“Kita sudah masukan di RKPD 2027 sudah dimasukan dengan total anggaran kurang lebih Rp40 miliar untuk pembebasan lahan tadi,” ujar Esti saat dikonfirmasi lebih lanjut.
Pembebasan lahan akan dimulai pada tahun 2027 mendatang dan Esti mengungkapkan pada tahun ini, pihaknya sudah merampungkan Detail Enginering Design (DED) underpasnya.
“DED-nya sudah siap, FS sudah komunikasi dengan provinsi atau Gubernur sudah. Intinya Provinsi siap membangunkan jika pembebasan sudah dilakukan,” terang Esti
Berdasarkan informasi yang dihimpun, underpass Kebon Pedes akan dibangun sepanjang 300 hingga 500 meter. Tujuannya untuk mengurai kemacetan.
“Iya untuk mengurai kemacetan yang paling penging juga supaya mengurangi tingkat kerawanan itukan perlintasan sebidang,” terang Esti.
Diinformasikan sebelumnya, pembangunan underpass Kebon Pedes ini juga turut berdampak terhadap bangunan yang ada di sekitarnya, termasuk Kantor Kecamatan Tanah Sareal.
Camat Tanah Sareal, Rokib membenarkan informasi tersebut dan pihaknya pun tengah menyiapkan tempat baru untuk dijadikan kantornya nanti, lokasinya berada di lahan Ex Imigrasi.
“Iya rencananya pindah ke Ex Imigrasi di Jalan Pemuda, kan mereka sudah pindah cuma untuk fix-nya pa Wali (Wali Kota Bogor Dedie Rachim) masih koordinasi dengan pihak imigrasi,” kata Rokib.
Ia mengaku belum mengetahui pasti konsep pembangunan underpass Kebon Pedes sebab ada dua plan yang saat ini masih menjadi perbincangan.
Rencana pertama underpass Kebon Pedes dimulai dari perlintasan kereta, kemudian berkelok ke Jalan Dadali sedangkan yang kedua pembangunan akses jalan tersebut lebih luas sampai tembus ke Jalan Pemuda.
Namun kata dia, Plan B-nya lebih luas ketimbang yang pertama, konsepnya masih menunggu perencanaan dari Dinas PUPR.
Meski begitu, Rokib mengklaim bahwa pihak kelurahan sendiri sudah mulai melakukan koordinasi dengan warga yang rumahnya diprediksi ikut terdampak.
Jika pembangunan underpass Kebon Pedes menggunakan konsep pertama, maka bangunan-bangunan yang berada di sebalah kiri, kantor Kecamatan Tanah Sareal yang terkena dampak.
Agar tidak menimbulkan gejolak, kata Rokib pihaknya mensosialisasikan kedua konsep tersebut kepada warga dan sudah ada 20 rumah yang didatanginya.(bay)
Editor : Eka Rahmawati