Ilustrasi uang TPG April 2026. (Foto: Pexels./Defrino Maasy)RADAR BOGOR - Awal April 2026 membawa kabar baik bagi dunia pendidikan, khususnya bagi para guru penerima tunjangan sertifikasi.
Sebelumnya, banyak guru belum menerima TPG untuk periode Januari, Februari, hingga Maret karena kendala validasi data. Namun kini, masalah tersebut mulai teratasi.
Menariknya, tidak sedikit guru yang langsung mendapatkan SKTP untuk tiga bulan sekaligus.
Hal ini berarti mereka berpotensi menerima pencairan dalam bentuk rapelan dengan nominal yang cukup besar.
Jika melihat pengalaman sebelumnya, pencairan TPG memiliki pola yang cukup jelas.
Pada Februari 2026, pencairan tahap awal umumnya dilakukan di akhir bulan.
Sementara itu, pencairan susulan bagi yang belum menerima biasanya dilakukan di awal bulan berikutnya, yakni awal Maret.
Dengan pola yang sama, pencairan rapelan bagi guru yang SKTP-nya baru terbit saat ini diprediksi akan dilakukan pada awal April.
Hal ini dinilai lebih realistis dibanding menunggu jadwal reguler yang biasanya terjadi di atas tanggal 20 setiap bulan.
Karena sifatnya sebagai pencairan susulan, proses ini bisa berjalan lebih cepat, asalkan tidak ada kendala administratif di tingkat pusat maupun daerah.
Namun, di tengah kabar baik ini, muncul pula harapan besar terkait pencairan TPG dalam bentuk THR sebesar 100 persen.
Banyak guru berharap pencairan ini bisa dilakukan lebih cepat dibanding tahun sebelumnya.
Secara regulasi, memang sudah ada dasar hukum yang mengatur pencairan tersebut.
Dalam petunjuk teknis dari Kementerian Keuangan, disebutkan bahwa pengajuan SP2D untuk THR TPG dapat dilakukan mulai 4 Maret tanpa batas waktu tertentu.
Meski demikian, realisasi di lapangan tidak selalu sejalan dengan regulasi.
Hingga awal April ini, belum ada indikasi kuat bahwa dana transfer ke daerah sudah dilakukan.
Padahal, proses ini merupakan kunci utama sebelum pencairan ke rekening guru bisa dilakukan.
Selain itu, pengusulan data dari pemerintah daerah ke pusat juga belum terlihat aktif.
Tanpa proses ini, pencairan sulit untuk direalisasikan dalam waktu dekat.
Jika melihat tren sebelumnya, peluang pencairan THR TPG 100 persen pada April 2026 masih tergolong kecil.
Bahkan, ada kemungkinan pencairan baru dilakukan di pertengahan atau akhir tahun, seperti yang terjadi pada 2025.
Meski begitu, harapan tetap hidup di kalangan guru.
Mereka berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan tenaga pendidik dengan mempercepat proses pencairan tunjangan.
Di tengah berbagai ketidakpastian, satu hal yang pasti adalah pentingnya memastikan data tetap valid dan terus mengikuti informasi resmi.
Dengan begitu, para guru tidak akan ketinggalan kabar terbaru terkait pencairan hak mereka.
April 2026 pun menjadi bulan yang dinanti, bukan hanya karena awal periode baru, tetapi juga karena harapan besar akan cairnya tunjangan yang telah lama ditunggu.***