Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Panen Lebih Cepat di Kuningan Jadi Kunci Stabilitas Beras Nasional di Tengah Ancaman El Nino 2026

Yosep Awaludin • Jumat, 3 April 2026 | 10:13 WIB
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Ia menyampaikan pemerintah telah mengantisipasi potensi dampak El Nino melalui berbagai strategi peningkatan produksi.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Ia menyampaikan pemerintah telah mengantisipasi potensi dampak El Nino melalui berbagai strategi peningkatan produksi.

RADAR BOGOR – Kementerian Pertanian (Kementan) terus menggencarkan berbagai upaya untuk memastikan ketahanan pangan tetap terjaga di tengah ancaman perubahan iklim, termasuk El Nino.

Salah satu kontribusi nyata datang dari Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, yang berhasil mempercepat masa panen padi.

Hingga akhir Maret 2026, sekitar 78 persen dari total 26.016 hektare lahan sawah di wilayah tersebut telah dipanen, atau setara dengan 20.310 hektare.

Baca Juga: Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 1 Susulan Mulai Bergulir April 2026, Ini Daerah dan Bank yang Sudah Cair

Puncak panen tercatat terjadi sepanjang Maret dengan luas mencapai 12.488 hektare.

Capaian ini menempatkan Kuningan sebagai daerah yang lebih dulu menyelesaikan panen dibandingkan sejumlah sentra produksi lain, khususnya di wilayah Pantai Utara Jawa.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif menghadapi potensi dampak El Nino terhadap sektor pertanian.

Baca Juga: Minim Kemitraan, Sampah Liar di Wilayah UPT Pengelolaan Sampah Jasinga Bogor Terus Menumpuk

“Fenomena El Nino diperkirakan mulai terjadi pada April dan bisa berlangsung hingga sekitar enam bulan. Namun, kami optimistis ketersediaan pangan, khususnya beras, tetap dalam kondisi aman,” ujar Amran.

Percepatan panen di Kuningan menjadi bagian penting dalam menjaga kontinuitas pasokan beras sejak awal tahun.

Dengan pola panen yang tidak serentak di berbagai daerah, distribusi beras dapat berlangsung lebih merata dan membantu menjaga stabilitas pasokan di pasar.

Baca Juga: Beri Akses Nyaman untuk Warga Bogor Selatan, 14 Bangunan Liar di Rangga Mekar Dibongkar

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari strategi pengelolaan musim tanam yang dilakukan secara optimal.

“Percepatan panen ini menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan beras lebih awal. Kuningan tidak hanya unggul dalam kecepatan panen, tetapi juga konsisten dalam mengawal masa tanam sehingga bisa menjadi penopang sebelum daerah lain memasuki puncak panen,” jelasnya.

Menurut Wahyu, kondisi geografis Kuningan yang berada di wilayah hulu dengan pasokan air yang relatif stabil menjadi faktor pendukung utama.

Selain itu, sistem irigasi yang berjalan dengan baik memungkinkan petani memulai masa tanam lebih cepat, bahkan hingga satu bulan lebih awal dibandingkan daerah lain.

Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Segera Cair, Ini Jadwal, Cara Cek dan Daftar Lengkap Bantuan April hingga Juni 2026

Hal tersebut terlihat dari tren peningkatan luas panen sejak awal tahun. Pada Januari tercatat 2.669 hektare, kemudian meningkat menjadi 5.153 hektare pada Februari, hingga mencapai puncaknya di Maret sebesar 12.488 hektare.

Sementara itu, sejumlah daerah sentra produksi di Pantai Utara Jawa seperti Indramayu dan Cirebon diperkirakan baru akan memasuki masa panen puncak pada periode April hingga Mei 2026.

Perbedaan waktu panen antarwilayah ini memberikan keuntungan dalam hal distribusi, karena pasokan beras dapat mengalir secara bertahap dan membantu menjaga keseimbangan stok di berbagai daerah.

Baca Juga: Lagi Viral! Ternyata Ini Resep Dubai Chewy Cookie yang Teksturnya Kenyal dan Lumer di Mulut

Dengan capaian tersebut, Kabupaten Kuningan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Jawa Barat.

Sekaligus berperan penting dalam menjaga stabilitas ketersediaan beras nasional di tengah tantangan iklim. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#kementerian pertanian #el nino #kuningan #panen padi