RADAR BOGOR - Informasi mengenai rencana pembukaan seleksi CPNS 2026 mulai menjadi perhatian luas setelah adanya permintaan dari Kementerian PAN-RB kepada seluruh instansi pemerintah untuk segera mengajukan kebutuhan formasi ASN paling lambat 31 Maret 2026.
Langkah ini menjadi tahapan awal yang krusial karena seluruh usulan tersebut akan digunakan sebagai dasar dalam menentukan jumlah dan jenis formasi pada seleksi CASN 2026.
Dengan tidak adanya pembukaan CPNS pada tahun 2025, potensi membludaknya jumlah pelamar di tahun 2026 menjadi hal yang perlu diantisipasi oleh para calon peserta sejak dini.
Baca Juga: Langkah Awal CPNS 2026 Dimulai, Buruan Cek 10 Universitas Pencetak PNS Terbanyak di Indonesia
Berdasarkan gambaran dari data formasi tahun sebelumnya yang dilansir dari akun instagram @studicpns.id, terdapat sejumlah posisi lulusan S1 yang menawarkan kisaran gaji relatif tinggi dan diperkirakan masih akan menjadi incaran pada seleksi mendatang. Berikut rincian per poin yang dapat dijadikan referensi awal:
1. Perencana Ahli Pertama di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan menjadi salah satu formasi dengan estimasi penghasilan tertinggi, yaitu berkisar antara 10 hingga 11,5 juta rupiah.
Posisi ini umumnya berperan dalam penyusunan kebijakan serta perencanaan program strategis di lingkungan pemerintahan.
2. Penyelidik Tindak Pidana Korupsi Ahli Pertama di Komisi Pemberantasan Korupsi menawarkan kisaran gaji sekitar 8 hingga 10 juta rupiah. Formasi ini memiliki tanggung jawab dalam proses penyelidikan awal terhadap dugaan tindak pidana korupsi.
3. Perencana Ahli Pertama di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memiliki estimasi gaji antara 8,1 hingga 8,84 juta rupiah. Peran ini berfokus pada pengembangan kebijakan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
4. Arsiparis Ahli Pertama di Kementerian Pertanian Republik Indonesia memiliki rentang penghasilan yang cukup variatif, yakni sekitar 3,33 hingga 8,66 juta rupiah, tergantung pada tunjangan dan lokasi penempatan. Tugas utamanya berkaitan dengan pengelolaan arsip dan dokumentasi kelembagaan.
5. Analis Kebijakan Ahli Pertama di Arsip Nasional Republik Indonesia menawarkan estimasi gaji antara 7,99 hingga 8,6 juta rupiah. Posisi ini berperan dalam penyusunan analisis kebijakan berbasis data dan dokumen.
6. Fasilitator Pemerintahan di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia memiliki kisaran gaji sekitar 5,32 hingga 7,94 juta rupiah. Formasi ini biasanya terlibat dalam koordinasi lintas sektor kebijakan ekonomi nasional.
7. Manggala Informatika Ahli Pertama di Badan Informasi Geospasial menawarkan estimasi penghasilan antara 5,5 hingga 7,8 juta rupiah. Tugas utamanya berhubungan dengan pengelolaan data dan sistem informasi geospasial.
8. Analis Intelijen Ahli Pertama di Badan Intelijen Negara memiliki kisaran gaji sekitar 3,5 hingga 7,5 juta rupiah, dengan tanggung jawab dalam pengumpulan serta analisis informasi strategis.
Sebagai catatan, seluruh informasi ini merupakan gambaran berdasarkan data formasi tahun 2024 dan bukan merupakan pengumuman resmi untuk seleksi CPNS 2026.
Untuk memastikan keakuratan informasi terkait jadwal, formasi, dan persyaratan, sumber yang perlu dipantau secara berkala adalah Badan Kepegawaian Negara sebagai otoritas resmi dalam pelaksanaan seleksi CASN.***
Editor : Eli Kustiyawati